Setiap orang hendaknya menjauhkan diri dari sifat-sifat sombong sebab sifat sombong itu adalah pakaian Tuhan bukan pakaian manusia, apalagi sombong terhadap Tuhannya sehingga membuat manusia menjadi kafir (ingkar) sama seperti syaitan, demikian dikatakan Prof. Dr. Ir. Djohar Arifin Husin dalam ceramah Bada Zuhur Ramadhan di Masjid Taqwa Kampus Utama Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Jl. Kapten Mukhtar Basri No. 3 Medan, Sabtu (23/8).

Prof. Djohar menyitir firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Az-Zumar : 71 yang artinya : Orang-orang yang kafir digiring ke Neraka Jahannam secara berombongan. Sehingga apabila mereka sampai kepadanya (neraka) pintu-pintunya dibukakan dan penjaga-penjaga berkata kepada mereka, “Apakah belum pernah datang kepadamu Rasul-rasul dari kalangan kamu yang membacakan ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan (dengan) harimu ini?” Mereka menjawab, “Benar, ada”, tetapi ketetapan azab pasti berlaku terhadap orang-orang kafir.

Oleh karena itu Djohar mengharapkan ayat tersebut dapat direnungkan secara mendalam oleh umat Muslim agar berhati-hati dalam menjalani hidup dan kehidupan ini sebab azab Allah akan sangat keras terhadap orang-orang yang kafir dan ingkar kepadaNya.

Djohar mencontohkan ketika Nabi Adam a.s. hanya satu kali saja (only one-red) melakukan kesalahan dalam hidupnya akibat memakan buah larangan (buah Khuldi-red) lantas Allah SWT menghukumnya sangat keras yakni mengusirnya dari surga dan melemparkannya ke bumi. Lalu bagaimana dengan kita yang sudah berulang kali melakukan kesalahan dan pembangkangan kepadaNya, tentu tak dapat kita bayangkan azab atau siksaan bagaimana yang akan ditimpakan Allah SWT kepada kita?

Lebih jauh Djohar  Arifin mengatakan bahwa kunci sukses itu ada dua, yakni : Taat kepada Allah SWT dan Menghormati ke dua orang tua. Djohar mengakui dia meniti  karir mulai dari Sumatera Utara sampai ke tingkat nasional bukanlah semata-mata karena kepintarannya melainkan karena ridho Allah SWT dan ridho ke dua orangtuanya. Dia mengaku tak pernah terpikirkannya sekarang ini bisa menjadi Ketua Umum PSSI.

Pada bagian akhir ceramahnya Djohar Arifin, putra Langkat yang baru-baru ini terpilih menjadi Ketua Umum PSSI itu juga menjelaskan soal kepemimpinannya di PSSI bahwa dia akan mengelola keuangan PSSI secara transparan. Dia berkomitmen, sebagai Ketua Umum dia tidak akan pernah menandatangani selembar surat apapun yang berkaitan dengan uang.

“Semua akan saya serahkan kepada para profesional di bidangnya dengan tim audit yang didatangkan dari luar PSSI. Dan Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah SWT sekarang ini PSSI sudah memiliki dana yang cukup besar mencapai Milyaran rupiah diperoleh dari berbagai kerjasama yang dijalin dengan perusahaan televisi dan lembaga-lembaga lainnya,” sebut Djohar.

Ka Humas UMSU Anwar Bakti kepada wartawan menuturkan bahwa ceramah tersebut dihadiri ratusan jemaah sholat Zuhur di Masjid Taqwa Kampus UMSU terdiri dari civitas akademika UMSU dan masyarakat sekitar kampus. Selesai ceramah Djohar Arifin melakukan silaturahmi kepada Rektorat dan Dekanat UMSU sambil membicarakan perkembangan dan pembinaan persepakbolaan UMSU. Hal ini dikarenakan banyak pemain PSMS kuliah di UMSU.

Disebutkan Anwar, Djohar juga meminta Rektor UMSU Drs. Agussani, M.AP dapat merekrut pemain-pemain PSMS Junior untuk kuliah di UMSU sehingga dengan demikian akan semakin mempekuat Tim Kesebelasan UMSU menghadapi event-event sepakbola Perguruan Tinggi baik di  tingkat lokal, regional, nasional maupun internasional.***

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.