Muhammadiyah tidak memiliki agenda untuk menjatuhkan kepemimpinan SBY, bahkan sebaliknya Ormas Islam terbesar di tanah air ini komit untuk mempertahankan kepemimpinan SBY yang akan berakhir tahun 2014 mendatang.

Demikian diungkapkan Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Doktor A.Mukti, M.Ed yang bertindak selaku penceramah pada silaturrahmi idul fitri keluarga besar Muhammadiyah Sumatera Utara di Kampus UMSU Medan (25/9).

A.Mukti mengatakan, jika selama ini Muhammadiyah banyak melakukan keritik terhadap kepemimpinan SBY, hal ini bukan berarti Muhammadiyah ingin menjatuhkan kepemimpinan SBY, melainkan kritik tersebut merupakan tanggung jawab Muhammadiyah sebagai gerakan amar makruf nahi mungkar. Muhammadiyah punya keyakinan bahwa dengan kritikan-kritikan tersebut, jalannya Pemerintahan akan berada pada jalur yang tidak menyimpang dan tuntutan dan kehendak masyarakat bangsa Indonesia.

Dalam ceramah dihadapan keluarga besar Muhammadiyah dari berbagai daerah di Sumatera Utara, Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah A.Mukti mengatakan dalam waktu dekat, Muhammadiyah akan melakukan konsolidasi nasional di Jogjakarta. Dalam konsolidasi yang akan dihadiri para Pimpinan Wilayah Muhammadiyah seluruh Indonesia ini akan dirumuskan beberapa pokok pikiran khususnya dalam menyikapi perbedaan penetapan tanggal 1 Syawwal.

Menurut Mukti, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah berketatapan untuk memberikan masukan kepada Pemerintah, bahwa urusan ibadah sebaiknya tidak diintervensi oleh Pemerintah, karena hal ini menyangkut masalah ubudiyah. Dalam hal penetapan 1 syawwal katanya, Muhammadiyah akan memberikan usulan kepada Pemerintah untuk menetapkan hari libur nasional idul fithri, bukan menetapkan 1 syawwal, sehingga masyarakat dapat diberikan kebebasan dalam memilih waktu dalam menyelenggarakan sholat idul fithri.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.