Sri Sultan Hamengkubuwono X menegaskan, perbedaan yang terjadi sebagai konsekwensi  dari keberadaan bangsa yang bersifat multicultural bukan suatu kelemahan, tetapi justru perbedaan itu harus dijadikan kekuatan dalam membangun bangsa. Berbicara sebagai Dosen Tamu di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Sabtu 3/3, Sri Sultan yang berbicara tentang “Dinamika Kebangsaan” lebih banyak menyoroti  problema bangsa ditengah persaingan gelobal saat ini. Di awal ceramahnya ia mengatakan, keberadaan anak bangsa ini menjalani  proses panjang sejak tahun 1908 sampai 1928 saat dideklarasikannya kesepakatan Sumpah Pemuda oleh pemuda bangsa dari berbagai etnis.  Perbedaan itu sudah final katanya, hanya saja sekarang, Para pemimpin di negeri  ini kurang mampu memberi  pemahaman tentang kebinnikaan yang terjadi, agar kita mampu menghargai perbedaan sehingga tidak ada yang mayoritas dan minoritas. Sri mengaku, bangsa kita masih dihadapkan pada banyak persoalan dalam membangun bangsa. Negara yang luas ini sebenarnya memiliki banyak kelebihan dari Negara lain, sehingga tak selayaknya anggota legislative kita belajar dari Negara lain. “Zamrud yang kita miliki sepertinya hanya indah untuk para seniman, namun kurang berguna untuk membangun bangsa” kata Sri Sultan yang segera akan dikukuhkan sebagai Penasehat Farum Komunikasi Warga Jawa (FKWJ) Tingkat Nasional.

Menurut Sri Sultan, sekecil apapun kelompok etnis memiliki hak di negeri ini untuk memberikan kontribusi untuk bangsa. Oleh sebab itu ia mendorong para mahasiswa untuk mampu mengambil peran dalam perubahan bangsa ditengah persaingan global saat ini. “Generasi muda harus berkualitas menghadapi tantangan perbedaan ‘ katanya.

Dalam ceramah yang dihadiri ratusan mahasiswa dan staaf pengajar dilingkungan UMSU itu, Sri Sultan Hamengkubuwono juga mendapat serbuan pertanyaan dari beberapa mahasiswa yang menyoroti kondisi bangsa yang dihadapkan pada berbagai persoalan politik dan ekonomi saat ini. Untuk mampu bersaing ditengah kekuatan kapitalis saat ini, Pemerintah harus benar-benar akuntabel, sehingga mampu mampu mendorong kualitas bangsa yang produktif, tidak hanya mau memanfaatkan produk-produk yang dihasilkan kapitalis baru, ujarnya.

Ceramah Gubernur DIY tersebut diawali juga dengan saling penyerahan cenderamata  dari Rektor UMSU Drs.Agussani MAP , dan penyerahan buku perpustakaan oleh Sri Sultan untuk perpustakaan UMSU yang diterima oleh Wakil Rektor I DR. Muhyarsyah, MSi. (MR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.