Benarkah anggapan publik tentang adanya sebagian dosen dari Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta (PTN/PTS) kurang berminat menulis artikel ilmiah populer? Begitu ungkap senior editor Harian “Analisa” War Djamil SH di depan 56 dosen dan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FH-UMSU) dalam Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Populer di kampus UMSU, Minggu (6/5).

Ada beberapa kemungkinan jawabannya. Boleh jadi, sebagian dosen memang sibuk dengan tugas utama sebagai pengajar, kajian ilmiah dan seminar. Mungkin sebagian lagi berminat dan sudah mengirim ke media, tetapi tiada kolom khusus untuk itu. Atau, sebagian dosen dari PTN/PTS itu memang kurang berminat.

Jadi, kegiatan semacam ini yang diadakan FH UMSU sesungguhnya dapat memotivasi dosen dan mahasiswa untuk gairah melahirkan artikel ilmiah populer (ilpop). Sebab, publik sangat menantikan artikel ilpop. Misalnya terkait ilmu kedokteran, di mana dari sisi kesehatan tentu publik menyukai artikel ini. Begitu pula mengenai pertanian, hukum, perikanan dan sebagainya, diyakini akan mendapat sambutan positif dari publik, ucapnya.

Benar ada ketentuan dari media tentang artikel ilpop. Persyaratan itu sesungguhnya tidak memberatkan. Misalnya perlu menjadi perhatian, content yang benar-benar ditulis secara populer. Artinya, tidak berat. Mudah dipahami oleh berbagai kalangan publik.
Jangan dilupakan, pembaca itu terdiri dari berbagai lapisan dengan perbedaan latar belakang pendidikan, usia, jenis kelamin serta tingkat sosial. Ini yang perlu digarisbawahi oleh penulis, ucap War Djamil. Sebab, kalau ditulis populer, tentu publik akan mudah mencerna. Itu bermakna artikel ilpop mencapai sasaran yang diinginkan.

Jangan Plagiat
Dalam penulisan hendaknya memperhatikan kaedah Bahasa Indonesia baku. Kalau ada istilah asing, dengan catatan diberikan padanannya, sehingga pembaca mengerti.
Ingat, artikel ilpop dari berbagai multi disiplin ilmu.Pada saat bersamaan pembaca mungkin tidak dari disiplin ilmu tertentu tersebut. Dari sisi lain, artikel ilpop erat kaitannya dengan penelitian. Nah, penulis harus hati-hati agar jangan hanya dalam bentuk deduktif tetapi harus analitis.
Kemampuan dosen atau mahasiswa dalam menyajikan artikel ilpop sebenarnya merupakan sumbangsih bernilai tinggi untuk publik. Karena, ada informasi bermutu yang terkait dengan aktivitas publik dan bermanfaat serta dapat dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.
Hal lain patut diperhatikan, kalau ada kutipan hendaknya tetap menyebut sumbernya. Jangan melakukan plagiat. Itu tindakan tercela di kampus maupun dalam karya yang dimuat media.

Digalakkan
Sisi lain yang perlu digarisbawahi yakni tulisan ilpop erat kaitannya dengan penelitian. Tidak luput dari pola pikir rasional (deduktif) dan pola pikir empiris (induktif). Untuk itu hindari hanya dalam bentuk deskriptif, namun bersifat analitis. “Sebagai karya ilmiah, harus diurai dengan acuan fakta yang komprehensif dan diterima akal”, ucapnya
Menurut War Djamil, melalui workshop ini diharapkan penulisan artikel ilpop dapat digalakkan disetiap kampus. Kegiatan FH UMSU ini patut diberi apresiasi, dan diharapkan fakultas lain juga melakukan kegiatan serupa.

Dekan FH UMSU Farid Wajdi MHum mengatakan, tujuan kegiatan ini antara lain untuk meningkatkan sekaligus memotivasi dosen dan mahasiswa FH UMSU untuk menulis artikel ilmiah populer pada masa kini dan mendatang. Narasumber lain dalam workshop ini yakni Dr. Suhrawardi K Lubis, Muhammad Arifin, SH, M.Hum, Yulhasni, SS dan Dedi Sahputra, S. Sos. MA. Dalam forum ini muncul sejumlah pertanyaan menarik dan kritis untuk pendalaman materi guna dapat diterapkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.