Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) serahkan bantuan secara langsung kepada korban bencana gempa di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah yang terjadi beberapa hari lalu. Untuk mendistribusikan bantuan kepada korban yang membutuhkan, Rektor UMSU, Drs Agussani MAP, menugaskan tim yang terdiri dari Nirwansyah Putra dan Zainuddin SH MH disertai Roni Jambak, serta relawan dari mahasiswa UMSU.

“Kita turut prihatin terhadap gempa yang terjadi, karena itu UMSU proaktif membantu korban bencana,” kata Agussani saat melepas tim bantuan UMSU yang direncanakan berada di lokasi bencana selama lebih kurang 4 hari.

Bantuan yang diberikan UMSU terdiri dari sembako beras 1 ton, biskuit 10 kotak, aqua 1.500 ml 5 kotak, mi instan 50 kotak, minyak makan 5 kilo dan telur 3.000 butir. UMSU juga menyertakan bantuan lain seperti sarung, sabun mandi, obat-obatan seperti minyak kayu putih dan obat batuk, dan kebutuhan darurat lainnya.  Bantuan ini sebelumnya diberangkatkan pada Sabtu (6/7) malam dan tiba di Kota Takengon, Minggu (7/7) sore.

Setelah tiba di lokasi, tim UMSU terlebih dahulu berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten Aceh Tengah. Melalui Staf Pemkab, Muhammad Najwa, tim mendapat penjelasan kondisi terakhir per Minggu (7/7) kemarin.

“Setelah berkoordinasi, tim langsung berangkat menuju salah satu titik lokasi korban bencana gempa yaitu kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah,” tambah Nirwan. Selain itu, UMSU juga melakukan koordinasi dengan Masyarakat dan Mahasiswa Gayo Sumatera Utara, baik saat distribusi maupun saat berada di lokasi bencana.

“Kita berterimasih kepada segenap pihak seperti Pemkab Aceh Tengah, Masyarakat dan Mahasiswa Gayo Sumatera Utara dan seluruh masyarakat di lokasi bencana yang kita datangi yang telah memperlancar distribusi bantuan,” sambung Zainuddin.

Ditambahkannya,  gempa yang melanda dua kabupaten di Provinsi Aceh tersebut termasuk kategori yang sangat parah. Hal ini terlihat dari kondisi per Minggu (7/7). Di Kabupaten Aceh Tengah saja, korban meninggal mencapai 32 orang, luka-luka 2.545 orang dan hilang 7 orang.

Sementara kerusakan rumah penduduk sebanyak 13.862 unit dan bangunan kantor pemerintahan yang rusak 77 unit. Gempa juga mengakibatkan kerusakan pada sarana kesehatan seperti rumah sakit (rusak sedang 1 unit), puskesmas/pustu/poskesder/polindes 177 unit.

Sementara sarana pendidikan yang rusak yaitu TK/RA 128 unit, SD/MI/MIS 120 unit, SMP/MTsN/MTsS 29 unit, SMA/SMK/MAN/MAS 15 unit sehingga total kerusakan sarana pendidikan 292 unit. Di sisi lain, rumah ibadah seperti masjid, menasah dan mushala yang rusak yaitu 131 unit.

Pemkab juga merilis data kalau jumlah lokasi bencana sebanyak 12 kecamatan dari total 14 kecamatan, melanda 252 kampung (71,59%) dari 352 kampung yang ada di Kabupaten Aceh Tengah.

Masyarakat yang kehilangan mata pencaharian seperti pekerja pada eksportir kopi, industri pemasakan gula merah, pabrik penggilingan kopi berjumlah 2.470 orang. Sementara dari data yang dirilis Pemkab per Minggu (7/7) jumlah
pengungsi di tempat pengungsian mencapai 48.563 orang. Ini belum termasuk penduduk yang menginap di luar rumah masing-masing dengan memakai tenda sendiri-sendiri atau berkumpul.

Khalit, salah seorang korban gempa di desa Arul Kumer, kecamatan Silih Nara, sangat berterimakasih kepada bantuan yang diberikan oleh UMSU. Khalit yang bangunan rumahnya rubuh total tidak dapat  menyembunyikan keharuannya. “Alhamdulillah, terimakasih banyak kepada UMSU yang sudah jauh-jauh datang ke mari memberikan bantuan,” katanya.

Khalit bersama ibunya, mengaku masih trauma terhadap gempa dan kini hanya mampu mendirikan tenda di sebelah puing-puing rumahnya yang ambruk. Namun, dia masih bersyukur tidak ada anggota keluarganya yang meninggal dunia akibat gempa tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.