Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, dr Zukhrofi Muzar, MSi Med berhasil terpilih mengikuti kongres internasional Human Genetics di Kyoto Jepang bersama dengan tiga orang utusan lainnya dari Indonesia.

“Alhamdulillah, abstrak yang saya kirimkan ke panitia akhirnya lulus bersama tiga orang lainnya dari Indonesia setelah sebelumnya saya konsultasikan ke profesor pembimbing saya di Amerika Serikat,” ungkap Zukhrofi yang didampingi rekannya dr Emni Purwoningsih, SPd, M.Kes, serta mahasiswa muhammad Al Anas , saat beraudensi ke Rektorat, Rabu.

Menurut dia, untuk mengikuti kongres yang akan digelar mulai 3-7 April 2016 itu bukanlah mudah karena harus bersaing dengan banyak peneliti di dunia. Para peserta kongres dipilih melalui seleksi abstrak dari karya tulis ilmiah yang dikirim ke panitia.

Dijelaskan dia, selain mempresentasikan kertas kerja di Kongres ke 13 Internasional Human Genetics di Kyoto, Jepang, juga sekaligus menjajaki kerjasama riset internasional dengan universitas di luar negeri untuk memperluas jaringan. Kegiatan yang digelar sekali lima tahun ini sendiri dianggap bergengsi bagi peneliti dunia bidang genetika manusia.

“Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah kerjasama institusi baik berupa pengiriman mahasiswa untuk magang penelitian di Institusi lain di luar negeri,” kata dosen yang pernah mengikuti pendidikan di Amerika Serikat ini.

Zukhrofi mengaku termotivasi mengikuti kegiatan internasional itu karena ingin mengembangkan diri sekaligus menginspirasi mahasiswa. “Saya ingin mengajak mahasiswa untuk juga aktif dalam kegiatan ilmiah di tingkat internasional,” katanya.

Sementara itu, Rektor UMSU, Dr Agussani, MAP mengaku sangat bangga dengan terpilihnya salah satu dosen fakultas kedokteran ke pertemuan ilmiah yang bertaraf internasional. Apalagi tidak banyak utusan perguruan tinggi di Indonesia, bahkan di luar negeri yang terpilih mengikuti ajang bergengsi bagi peneliti dunia di bidang genetika manusia.

Menurutnya, keberhasilan dosen UMSU mengikuti kegiatan internasional melalui seleksi, apalagi diikuti oleh peserta yang terbatas adalah prestasi yang pantas mendapatkan apresiasi. Hal ini akan menjadi catatan karena ternyata dari sekian banyak perguruan tinggi negeri maupun swasta yang memiliki fakultas kedokteran hanya empat orang yang lulus dalam seleksi abstrak  penelitian yang dikirimkan.

Dijelaskan dia, pihak universitas sangat mendukung kegiatan ilmiah baik oleh dosen maupun mahasiswa, apalagi yang sifatnya bertaraf internasional. Diharapkan, kegiatan ilmiah bertaraf internasional yang diikuti bisa memberikan manfaat untuk pengembangan penelitian ilmiah di FK UMSU khususnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga memberikan apresiasi kepada dr Zukhrofi untuk melakukan penjajakan kerjasama penelitian sejalan dengan rencana jangka panjang FK UMSU untuk mengembangkan riset stem cell. “Diharapkan ke depannya FK UMSU dapat merintis kerjasama riset dengan berbagai lembaga internasional,” katanya yang didampingi Wakil Rektor I, Dr H Muhammad Arifin, SH M Hum, Wakil Rektor II, Akrim,S.Pd.I, M.Pd, dan Wakil Rektor III, Rudianto, S, Sos, MSi.

Dalam kesempatan itu, Rektor yakin, dr Zukhrofi mampu membawa nama baik UMSU dan Indonesia di tingkat internasional karena terbiasa dengan suasana hidup di luar negeri. “Pertemuan ilmiah di luar negeri saya kira bukan hal baru bagi dr Zukhrofi karena pernah mengenyam pendidikan di Amerika Serikat,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.