Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara sukses meraih dua emas dari cabang tilawatil Qur’an dan hafiz 10 juz dalam Festival Al Qur’an Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dan Perguruan Tinggi Aisyiah se-Indonesia yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

“Posisi terbaik yang diraih mahasiswa UMSU dalam kegiatan nasional ini tentu sangat membanggakan karena menambah daftar prestasi yang diraih sebelumnya dalam bidang akademik, olahraga dan budaya,” ungkap Rektor UMSU, Dr Agussani, MAP di Medan, Minggu.

Dalam kegiatan yang dibuka Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin ini, UMSU meraih dua emas, satu perak, dua perunggu dan dua juara harapan I. Raihan medali ini menempatkan UMSU di posisi tiga dari 58 PTM yang tersebar di seluruh Indonesia, dibawah tuan rumah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Universitas Muhammadiyah Palembang.

Mereka yang memperoleh medali masing-masing, juara 1 cabang tilawatil Quran putri, Tri Suci Handayani, Juara 1 cabang Tahfiz 10 juz putra, Rusmin Nuryadin Situmeang,juara 2 cabang Syarhil Alquran ( M.Ruslan, Liza Zahrina,Mufidah NZ), juara 3 cabang taahfiz 5 juz putri, Apniar Pasaribu, juara 3 cabang tahfiz 1 juz putri, Diah Permatasari, juara 4 cabang tahfiz quran 15 juz putra, Ahmad Ali,juara 4 cabang tartil quran putri, Dewi Artika Sari.

Menurut Rektor, hasil yang diraih mahasiswa UMSU dalam Festival Al Qur’an tersebut merupakan hasil pembinaan yang dilakukan di Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an. Keberadaan lembaga ini sekaligus  juga sebagai wadah untuk pembinaan karakter mahasiswa.

“UMSU memiliki komitmen untuk lebih mengembangkan nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan dalam memmbentuk karakter mahasiswa. Intinya mahasiswa UMSU tidak hanya dibekali dengan keterampilan yang bersifat hard skill tapi juga diharapkan memiliki soft skill.

LPTQ UMSU menjadi bagian dalam pembentukan karakter mahasiswa, selain juga untuk memberikan ruang kepada yang memiliki bakat untuk lebih mengasah kemampuan. Dengan kata lain, LPTQ UMSU bukan hanya sebagai sarana pendidikan karakter tapi telah membuktikan berhasil mengasah kemampuan mahasiswa untuk berkompetisi di tingkat nasional.

Lebih lanjut, dalam pembangunan karakter mahasiswa, UMSU juga mewajibkan setiap mahasiswa baru untuk mengikuti kajian Al Islam Kemuhammadiyahan. Kegiatan ini diharapkan memberikan kesadaran dan pemahaman kepada mahasiswa terkait dengan praktek nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan dalam aktifitas di kampus maupun di masyarakat.

“UMSU menilai penting penanaman nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan dalam mendukung kemampuan mahasiswa sehingga membentuk karakter yang unggul dan siap menghadapi persaingan yang kian ketat,” kata Rektor.

Dalam kesempatan itu, Rektor juga mengingatkan kepada para mahasiswa yang sukses meraih prestasi di tingkat nasional untuk merasa puas. Diharapkan para pemenang dalam fFestival Qur’an untuk terus berlatih dan menularkan kemampuan yang dimiliki kepada mahasiswa lain.

Sementara itu Junaidi, SPdI, MSi, salah seorang pembina LPTQ UMSU yang ikut mendampingi mahasiswa di Festival Al Qur’an mengungkapkan, hasil yang diraih diharapkan bisa menginspirasi mahasiswa lainnya. “Mudah-mudahan prestasi yang diraih ini bisa memberikan motivasi kepada mahasiswa lainnya untuk mengukir prestasi di tingkat nasional,” katanya didampingi pembina lainnya, Roby Fanreza, MAg dan Farhan.

Dijelaskan, dia Festival Al Qur’an diikuti 58 Kafilah Perguruan Tinggi Muhammadiyah dengan 580 peserta yang diselenggarakan tanggal 9 – 11 Agustus 2016 di UMY.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here