Pimpinan Pusat Muhammadiyah yakin UMSU dapat menjadi pusat unggulan atau centre of excelent bagi masyarakat di Sumatera Utara untuk membangun daya saing bangsa. Harapan dan keyakinan PP Muhammadiyah pada UMSU karena Perguruan Tinggi Muhammadiyah ini telah berada pada posisi 10 besar atau masuk kategori A se-PTM secara nasional apalagi UMSU telah memiliki Fakultas Kedokteran.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr Haedar Nashir mengatakan hal itu saat menghadiri  Milad Aisyiyah Ke-102 yang diadakan oleh PW Aisyiyah Sumut di Gedung Aisyiyah Jalan Demak Medan, Jumat (19/8). Pada acara itu dirangkaikan dengan penandatanganan MoU antara Rektor Dr Agussani (UMSU) dengan Majalah Suara Muhammadiyah disaksikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr Haedar Nashir.

Menurut Dr Haedar Nashir, daya saing bangsa ini masih tertinggal jauh dengan negara serumpun. Indonesia di urutan  37, jauh di bawah Malaysia 18  Thailand 32 dan Singapura 2. Jika UMSU tidak berperan, lanjutnya,  maka bangsa ini akan terus tertinggal karena tidak punya daya saing tinggi. Kunci untuk menongkrak daya saing adalah  pendidikan. Selain itu harus  meningkatkan profesionalitas untuk melahirkan generasi kelas menengah.

UMSU harus menjadi bagian bersama perguruan tinggi lain untuk menjadi pusat unggulan bagi masyarakat di Sumatera Utara. Untuk mengarah ke sana, lanjutnya, UMSU harus banyak melakukan langkah-langkah peningkatan kualitas akademik. Kedua, UMSU harus menjadi kekuatan penggerak masyarakat maju.

“Semangat masyarakat untuk majunya itu harus didorong lagi. Karena kita kurang produktif dan banyak  berkutat acara seremonial, sementara, misalnya, pelaksanaan cerdas cermat dan  perpustakaan serta perpustakaan masih kurang,” katanya seraya menambahkan jika dibanding tren masyarakat ke mal yang ramai sangat memprihatinkan.

Dr Haedar Nashir menegaskan upaya strategis yang dapat dilakukan dengan cara melahirkan para penyuluh yang bisa menggerakkan masyarakat untuk meningkatkan daya saing. Di situlah salah satu peran UMSU sebagai kekuatan penggerak. Sasarannya pada pendidikan basis paling dasar yakni keluarga untuk mendorong keluarga mandiri dan membiasakan anaknya gemar  membaca serta mengubah mindshet.
Sementara itu, Rektor UMSU Dr Agussani, MAP mengatakan kerjasama UMSU dengan “Suara Muhammadiyah”  diharapkan mampu mengembangkan budaya akademik. Para dosen diharapkan menuangkan pemikiran dan analisis dalam bentuk tulisan di Suara Muhammadiyah, apalagi majalah ini sudah melalangbuana ditambah usia majalah hampir setua organisasi Muhammadiyah. Untuk itu, kerjasama ini, sebagai mercusuar untuk menjadikan UMSU sebagai kekuatan penggerak masyarakat dalam meningkatkan daya saing khususnya di Sumatera Utara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.