Sekretaris PP Muhammadiyah DR. Abdu Mu’ti  Buka Pengajian Bersama

Nahdhatul Ulama dan Al Jamiatul Washliyah  membangun komitmen bersama bagi kepentingan umat yang lebih luas. Komitmen itu disampaikan oleh tiga  Ketua Pimpinan Wilayah organisasi islam terbesar di Sumatera Utara pada pengajian bersama, Ahad (23/10) di     Auditorium Pascasarjana UMSU, Jl Denai Medan.

Pengajian yang diikuti ratusan Pimpinan Muhammadiyah dan organisasi Islam lainnya, dibuka oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Dr, Abdiul Mu’ ti. Tiga ketua ormas Islam yang hadir, Prof. Dr. Hasyimsyah Nasution (Ketua PW Muhammadiyah), Afifuddin Lubis (Ketua PW Nahdhatul Ulama) dan  Prof, Dr, Saiful Akhyar Lubis (Ketua PW Al-Jamiatul Washliyah Sumatera Utara.

Hadir pengajian bersama itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Dr. Agussani MAP, Pimpinan Sekolah Tingga Agama Islami (STAIS) Ar-Risalah, Ghazali serta Pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah ditingkat Wilayah dan Daerah.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ ti konflik yang terjadi dibagai negara Islam telah menyeret penderitaan yang sangat dalam bagi umat  dan tak tahu kapan akan berakhir. Dan Indonesia, jelas Abdul Mu’ ti adalah salah satu negera mayoritas Islam yang tersisa masih terbebas dengan konfik dan peperangan.

Kepahitan yang dirasakan umat Islam diberbagai kamp pengusian itu adalah dampak dari perpecahan dan konflik internal. Dan korbannya adalah masyarakat awam yang tidak terlibat dalam konflik itu. Kini peradaban yang dibangun ratusan tahu lalu tinggal menjadi puing tak bermakna.

Abdul Mu’ti menyambut gembira upaya merajut kebersamaan antara Muhammadiyah – Nahdhatul Ulama dan Al-Jamiatul Washliyah. Mengedepankan kebersamaan dan memahami adanya perbedaan sudah harus menjadi sebuah keharusan bila umat Islam di Indonesia tidak mau terpecah dan porak poranda.

Abdul Mu’ti juga mengingatkan berapa bahaya adudomba yang sedang terjadi dengan menggunakan agama sebagai isu utama. Sebagai bangsa yang relejiusseperti Indonesia maka isu agama akan menjadi sesuatu yang sensitive dan mudah terbakar. Umat Islam harus mewaspadai itu.

Pengajian bersama antara Muhammadiyah – NU dan Al-Jamiatul Washliyah yang digagas dalam bentuk pengajian bersama adalah sebuah inisiasi tokoh-tokoh ormas Islan terbesar di Sumatera Utara. Diakui, ketiganya memiliki perbedaan khususnya dalam beberapa tafsir fiqih tapi ketiganya juga memilik banyak persamaan. Misalnya bagaimana Muhammadiyah – NU  dan Al-Washliyah membangun layanan pendidikan, ekonomi dan hukum.

Ketua PW Nahdhatul Ulama Sumatera Utara Afifuddin Lubis menegaskan, adanya pemahaman yang sama  antara tiga pimpinan ormas Islam di Sumatera Utara untuk merapatkan barisan dan menyusun langkah konkrit untuk membangun dan mengembangkan potensi bersama.

Kata Afifuddin, Muhammadiyah – NU dan Al-Washliyah harus duduk bersama dalam membahas yang lebih substansial tidak lagi pada hal yang simbolik.

Hal yang sama disampaikan oleh Ketua PW Al-Jamiatul Washliyah, Prof. Dr, Saiful Akhyar Lubis. Katanya, marilah kita menghentikan membesar-besarnya perbedaan itu dan marid kita besarkan persamaan di antara kita.

Saiful Akhyar PW Al-Washliyah siap menyusun langkah konkrit bersama Muhammadiyah dan NU guna menjadikan umat Islam sebagai umat yang kuat.

Prof. Dr, Hasyimsyah Nasution menyadari bahwa perbedaan antara tiga ormas Islam pastilah akan tetap ada. Namun yang terpenting mari kita memahami adanya perbedaan. Kerena dengan mamahami perbedaan, dapat membawa rahmat.
Hasyimsyah mengingatkan bahwa banyak hal kecil diantara umat yang dapat kita persamakan, misalnya bagaimana umat memanfaatkan potensi ekonomi secara bersama.

Saat ini potensi ekonomi di kawasan mayoritas umat Islam sangat mengkuatirkan karena dikuasai pihak lain. Bila aspek-aspek kecil ini dapat dikembangkan saya yakin kekuatan umat Islam dapat kita bangun.

Sebelumnya, Rektor UMSU Dr. Agussani MAP telah menawarkan berbagai kerjasama yang dapat dilakukan antara UMSU dengan Universitas Al-Washliyah dan Universitas NU sebagai bagian dari kerjasama antara perguruan tinggi Islam yang ada.

Pengajian bersama antara Muhammadiyah – NU – Al-Washliyah di tingkat provinsi Sumatera Utara itu diharapkan dapat dikembangkan di kabupaten dan kota lainnya.

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara menutup pengajian bersama itu dengan penyerahan plakat kepada ketiga narasumber.

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.