Sekjen Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr.H.A.Mu mengemukakan, Muhammadiyah sebagai ormas terbesar di tanah air telah mendapat pengakuan resmi dari Badan Dunia yang bernaung di bawah Persatuan Bangsa-Bangsa – PBB- atau United Nation Organisation (UNO).

Berbicara didepan segenap Pimpinan Universitas dan Fakultas dilingkungan UMSU ,Rabu (27/6), Sekjen PP.Muhammadiyah mengatakan, saat ini banyak pihak yang telah memberi apresiasi kepada persyarikatan Muhammadiyah.

Ada tiga hal yang menjadi tolok ukur bahwa Muhammadiyah disebut sebagai Gerakan Internasional. Yang pertama katanya ; pengakuan Badan Dunia yang bernaung di bawah PBB yang menyatakan bahwa Muhammadiyah telah sejajar dengan Organisasi Kemasyarakatan Internasional.

Tidak mudah untuk mendapat pengakuan itu , katanya. Setidaknya dibutuhkan waktu lebih dari dua tahun untuk memperjuangkan pengakuan dunia itu, tegasnya lagi.

Yang kedua, Muhammadiyah tidak saja memiliki cabang dan ranting yang menyebar di seluruh pelosok tanah air, melainkan juga di beberapa negara seperti Inggeris, Eropah dan negara-negara Asean.

Anggota Muhammadiyah diluar negeri tidak hanya, warga negara Indonesia, melainkan juga warga negara asing yang memberi simpati kepada Persyarikatan Muhammadiyah seperti di Inggeris.

Dan yang ketiga adalah kesiapan Muhammadiyah untuk bermitra dengan Lembaga-lembaga Internasional. Saat ini kata Mu’ti , Muhammadiyah cukup banyak menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga Internasional, diantaranya dibidang pendidikan, sosial keagamaan, serta penyelesaian konflik Philipina dengan Muslim Moro (MNLF) dimana Muhammadiyah berperan sebagai mediator dalam penyelesaian konflik tersebut.

Sebagai organisasi yang telah menyandang level internasional, menurut Mu’ti yang dalam kesempatan itu didampingi Rektor UMSU Drs.Agussani, MAP,  Muhammadiyah harus mampu memperlihatkan keunggulannya, terutama dalam pengelolaan amal usahanya.

“ Bagaimana kita memposisikan Muhammadiyah sebagai organisasi internasional” itulah tugas yang harus kita lakukan sekarang. Dalam pengelolaan Perguruan Tinggi, setidaknya ada tiga hal yang menjadi perhatian untuk mendapatkan pengakuan internasional.

Ketiga hal itu adalah : pengembangan sumber daya manusia, membangun Partnership dengan Lembaga-lembaga internasional, serta networking yakni membangun jaringan. Sudah saatnya Perguruan Tinggi Muhammadiyah khususnya UMSU memikirkan hal ini agar UMSU memperoleh level kelas Internasional.

Awal Ramadhan 1412 Berbeda.

Menjawab pertanyaan seputar awal Ramadhan tahun ini, Sekjen PP.Muhammadiyah Dr.A.Mu’ti menegaskan bahwa Muhammadiyah tetap pada pendiriannya untuk menetapkan awal Ramadhan maupun 1 syawal berdasarkan Hisab.

Bagi Muhammadiyah, jika terjadi perbedaan, Muhammadiyah lebih awal puasa dari ketetapan Pemerintah, maka jadikanlah perbedaan itu sebagai ujian, apakah masyarakat tetap berpihak kepada ketetapan Muhammadiyah.

Sebab pengalaman tahun-tahun sebelumnya, banyak ummat Islam yang akhirnya mengikuti ketetapan hisab Muhammadiyah seperti dalam penetapan satu Syawal tahun lalu.

Mukti juga merasa heran dan lucu jika ada pihak-pihak yang melarang Ormas mengumumkan lebih dahulu awal ramadhan atau awal syawal, dari pengumuman Pemerintah. Sambil bergurau dikatakannya, bagi Muhammadiyah jika perlu kiamat pun sudah bisa dihitung. Menurut Mu’ti, Pimpinan Pusat telah menerbitkan surat edaran tentang awal ramadhan 1433 H, yang dalam waktu yang tidak terlalu lama sudah beredar diseluruh cabang dan ranting Muhammadiyah.(MR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.