Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara kembali menggelar ujian tertulis (paper base test) gelombang ketiga yang diantaranya diikuti calon mahasiswa asal Qatar dan Thailand.

“Ada sebanyak 6500 orang lebih yang telah mendaftar untuk mengikuti ujian di UMSU. Untuk gelombang ketiga ini diikuti satu orang calon mahasiswa asal Qatar yang memilih fakultas kedokteran dan empat orang calon mahasiswa asal Thailand,” ungkap Rektor UMSU, Dr Agussani, MAP didampingi WR 1, Dr Muhammad Arifin, SH, M Hum,Rabu (23/8).

Dijelaskan rektor, keberadaan calon mahasiswa asal luar negeri merupakan bagian dari upaya UMSU untuk melakukan pengembangan menuju world class university.Hal ini sesuai dengan program PP Muhammadiyah yang mendorong perguruan tinggi Muhammadiyah untuk melakukan internasionalisasi masing-masing perguruan tinggi.

Program ini diawali dengan pembentukan kantor urusan internasional (KUI) di masing-masing perguruan tinggi Muhammadiyah se Indonesia. Belakangan dibentuk forum KUI untuk lebih menyatukan program pengembangan pendidikan dan kerjasama internasional PTM dengan universitas di luar negeri.

Salah satunya yang saat ini dilaksanakan adalah KKN mahasiswa internasional, termasuk yang dilaksanakan UMSU dengan mengambil lokasi di Krabi, Thailand. Untuk lebih memperkenalkan dan mendekatkan dengan warga khususnya di Thailand Selatan, UMSU dengan difasilitasi Majelis Dikti PP Muhammadiyah dan kantor urusan internasional juga mengambil bagian dalam ajang pameran pendidikan internasional di Prince of Songkhla University.

Terkait dengan keberadaan mahasiswa dari luar negeri menurut Agussani, memberi nilai tambah sendiri. Kehadiran mahasiswa Thailand di UMSU, juga sebenarnya bukan hal baru karena sudah cukup banyak alumni dan yang saat ini masih tercatat menimba ilmu di UMSU, khususnya dari Pattani, Thailand Selatan.

Salah seorang calon mahasiswa UMSU asal Pattani, Imron Museh yang dihubungi usai melaksanakan ujian tulis mengaku, memilih UMSU karena cukup dikenal memiliki kualitas pendidikan yang baik. Dia mengaku, tahu tentang kampus UMSU dari saudaranya yang tercatat sebagai alumni dan sudah sukses.

“Informasi tentang UMSU pertama dari abang-abang dan kakak-kakak mahasiswa Patani yang tinggal di Medan. Selain itu juga dari guru-guru di pesantren,” katanya yang mengaku memilih Prodi Bisnis dan Manajemen Syariah Fakultas Agama Islam.

Pendapat serupa juga dilontarkan,Nurdeen Tanyong Ali, juga calon mahasiswa asal Pattani, Thailand yang memilih program studi pendidikan bahasa Inggris di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Menurutnya, UMSU dikenal merupakan kampus berkualitas yang sudah terbukti dengan keberadaan alumninya.

Dia mengaku, dari alumni asal Pattani juga yang memberikan informasi tentang UMSU sehingga kemudian memilih untuk mencoba mengikuti ujian masuk. Dia berharap bisa mendapatkan tempat di UMSU untuk melanjutkan pendidikannya.

Sementara WR 1, Dr Muhammad Arifin Gultom, SH,MHum menjelaskan, ujian penerimaan mahasiswa baru UMSU dilakukan dua tahap yakni tes potensi akademik secara tertulis dan   tes kepribadian. Para calon mahasiswa UMSU juga wajib mengikuti pemeriksaan kesehatan dan tes urin.

Pemeriksaan kesehatan dan tes urin untuk memastikan calon mahasiswa UMSU bebas Narkoba menjadi syarat mutlak yang mesti diikuti. Jika ada peserta ujian menolak mengikuti pemeriksaan kesehatan dan tes urin maka dipastikan akan gugur, meski nilai-nilai ujian tertulis yang dilaksanakan mendapat hasil baik.

UMSU telah berkomitmen untuk melawan pengaruh Narkoba di kampus. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mewajibkan setiap calon mahasiswa UMSU mengikuti tes urin.

” Mohon kepada peserta ujian diingatkan kembali untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan tes urin,” kata Arifin kepada para dosen pengawas yang mengikuti sosialisasi tata tertib ujian masuk UMSU.

Dijelaskan dia, untuk ujian tertulis atau tes potensi akademik terdiri dari ujian verbal, numerik, logika dan penalaran, spasial, intra serta interpersonal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.