Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara menjadi salah satu rujukan bagi pimpinan Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia Yogyakarta yang berencana juga akan membangun fasilitas observatorium di lingkungan kampus.

Menurut Kepala OIF UMSU, Dr Arwin Juli Rakhmadi Butar-butar, Rabu (22/11) di Medan, keinginan pihak UII Yogyakarta untuk belajar manajemen pengelolaan observatorium disampaikan saat melakukan kunjungan silaturahim,beberapa waktu lalu. Kunjungan silaturahim ke OIF UMSU tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Dra Sri Haningsih, MAg didampingi Dr Drs H Sidik Tono M, Hum, Drs H Sofwan Jannah ,MAg, Anisah Budiwati, SHI, MSi, Drs Sariyanti dan Mandaul Basar.

“Dalam kunjungan tersebut pihak UII meninjau langsung fasilitas yang dimiliki OIF UMSU untuk mengetahui berbagai peralatan yang dimiliki serta pemanfaatannya untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan pembelajaran bagi mahasiswa dan masyarakat umum,”katanya.

Dijelaskan dia, selain UII Yogyakarta ada sejumlah universitas lain di pulau Jawa yang juga tertarik untuk membangun observatorium di kampus. OIF UMSU menjadi salah satu rujukan karena dinilain memiliki fasilitas dan peralatan yang cukup lengkap dengan program-progran dan agenda kegiatan yang sudah tertata.

Keberadaan OIF UMSU sendiri dinilai memiliki manfaat cukup besar dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan. Selama ini fasilitas observatorium yang ada bukan hanya dimanfaatkan oleh internal kampus’ tapi cukup banyak pengunjung dari luar khususnya dari sekolah tingkat pendidikan dasar dan menengah.

OIf UMsu juga aktif dalam kegiatan-kegiatan pengabdian masyarakat dengan memberikan ceramah, maupun dalam bentuk pelayanan penentuan arah kiblat masjid. Untuk layanan penentuan arah kiblat masjid cukup banyak dilakukan karena banyaknya permintaan masyarakat yang merasa ragu dengan ketepatan arah kiblat masjid.

Selain itu, OIF UMSU juga aktif mendukung agenda kegiatan keagamaan pemerintah baik Kota Medan maupun Provinsi Sumatera Utara, terutama dalam penentuan awal Ramadhan dan hari raya.

Pihak UII sendiri dalam kunjungannya sempat mencoba menggunakan software penentuan arah kiblat untuk menguji masjid kampus yang telah dibangun. Dari hasil uji yang dilakukan ternyata kiblat masjid kampus UII kurang begitu tepat mengarah kiblat, hanya pihak UII menjelaskan, saf di ruangan masjid telah disesuaikan.

Sementara itu Wakil Dekan I FIAI UII, Dra Sri Haningsih MAg mengatakan, kagum akan  keberadaan dan peralatan  observatorium  yang dimilik OIF UMSU. “Kami sebenarnya juga punya peralatan observatorium meski tidak selengkap UMSU, hanya saja  masih berserakan dan belum terkelola, makanya dalam pembangunan gedung baru di UII direncanakan akan dibangun juga observatorium,” katanya.

“Kami ingin belajar dan mendalami manajemen dan pengelolaan observatorium Ilmu Falak UMSU karena dalam waktu dekat kami juga ingin membangun fasilitas serupa di lingkungan kampus,” tambahnya.

Kunjungan silaturahim ke OIF UMSU sendiri, selain untuk melihat langsung dan belajar tentang pengelolaan observatorium juga sebagai wujud keinginan bersama untuk membangun syiar Islam melalui pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Dalam kesempatan itu dia juga minta, Kepala OIF UMSU, Dr Arwin Butar-butar menjadi narasumber dalam rangka memberi masukan terkait rencana pembangunan observatorium di UII.