Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Dr Agussani, MAP melepas dr Muhammad Handayani berangkat ke Australia setelah berhasil lolos seleksi  sebagai salah satu tokoh muda Islam Dalam Australia – Indonesia Muslim Exchange Programe.

“Terpilihnya salah seorang dosen Fakultas Kedokteran UMSU yakni Dr Muhammad Handayani dalam program pertukaran tokoh muda Islam Australia-Indonesia merupakan kebanggan tersendiri. Semoga ini bisa menjadi inspirasi bukan saja bagi para dosen muda UMSU juga mahasiswa,” kata Rektor UMSU, Dr Agussani, MAP di Medan, Minggu (3/12).
Menurut dia,  kegiatan internasional yang diikuti dosen dan mahasiswa sejalan dengan visi UMSU menuju universitas berkelas internasional. Untuk itu univetsitas terus mendorong para dosen dan mahasiswa agar mampu berkompetisi di tingkat nasional dan internasional.
Membangun universitas yang berkelas internasional merupakan suatu yang memang tidak bisa ditawar karena ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembaang. UMSU sebagai lembaga pendidikan tentunya dituntut untuk bisa menjawab tantangan perkembangan zaman.
Rektor memberikan apresiasi kepada dr Muhammad Handayani yang telah membawa nama harum univesitas. Keberadaan dosen FK UMSU itu dalam program yang diselenggarakan dengan kunjungan ke sejumlah lembaga di Australia itu bisa dimanfaatkan untuk memperkenalkan UMSU sekaligus menjajaki kerjasama.
Saat ini, UMSU sedang dan terus mengembangkan  kerjasama internasional dengan sejumlah lembaga pendidikan di beberapa negara Asia dan Eropa dengan difasilitasi PP Muhammadiyah. Melalui kerjasama internasional tersebut diharapkan bisa lebih meningkatkan kualitas pendidikan dan ilmu pengetahuan.
Melalui kerjasama yang telah terjalin, saat ini mahasiswa UMSU mendapat kesempatan untuk magang di salah satu perusahaan di Jepang. “Ada sekitar 12 mahasiswa pertanian yang saat ini mengikuti magang di Jepang, sebelumnya juga ada  42 mahasiswa fakultas agama Islam yang melaksanakan KKN di Thailand,” kata Rektor yang didampingi Sekertaris Universitas, Gunawan, SPdi, MTH dan Kepala Kantor Urusan Internasional, dr Eka Erlangga.
Lebih lanjut, Rektor merasa bersyukur salah seorang dosen UMSU  mendapat kesempatan untuk mewakili Negara Indonesia ke Australia dalam program pertukaran tokoh muda Islam. Kesempatan ini tentu bisa dimanfaatkan untuk memperkenalkan lebih jauh tentang Islam di Indonesia, selain UMSU yang merupakan salah satu universitas Islam.
Sementara itu, dr Muhammad Handayani  mengaku ada 281 orang dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang mengikuti seleksi . Tapi kemudian hanya 10 orang yang terpilih mengikuti program yang digagas Oleh Departemen Luar Negeri Australia.
Menurut dia, kesempatan untuk  mengikuti program ini akan dimanfaatkan untuk lebih memperkenalkan UMSU dan menjajaki kerjasama pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *