UMSU Aktualisasikan Keshalihan Dan Budaya Mutu

Pangkosekhanudnas III Marsekal Pertama Pnb Ir Tri bowo Budi Santoso mengajak sivitas akademika UMSU untuk meraih nilai puasa Ramadhan 1439 H. Dia yakin suasana religius yang dibangun di lingkungan UMSU selama Ramadhan dapat meningkatkan kualitas diri seperti menjadi pribadi yang disiplin dan jujur sehingga UMSU dapat mengaktualisasikan ketakwaan, keshalihan dan budaya mutu.

“Saya sambutannya baik pengajian Ramadhan di UMSU yang tujuannya untuk meraih nilai Ramadhan pada setiap diri sivitas akademika, untuk meraih ketakwaan sehingga mampu mengaktualisasikan keshalihan dan budaya mutu diri serta institusi,” kata Marsekal Tri Bowo saat memberikan tausiyah Ramadhan yang luas dengan judul “Hakikat Ramadhan” di Masjid Taqwa kampus UMSU Jalan Kapt. Mukhtar Basri Medan, Rabu (23/5). Pengajian ini juga dihadiri Rektor UMSU Dr Agussani, MAP, WR I Dr Muhammad Arifin Gultom, WR II Akrim, MPd, ustadz H Amhar Nasution, unsur BPH,UMSU, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumut, pimpinan fakultas, dosen serta para karyawan.

Pada pengajian yang dipandu moderator oleh Kabag Humas UMSU Ribut Priadi, M.I.Kom, Marsekal Tri Bowo mengatakan, hakikat puasa adalah meningkatkan mutu dan kualitas diri. Orang yang puasa tidak hanya menahan haus dan lapar tetapi juga mampu mempuasakan hati dengan membersihkanya dari rasa iri, dengki, menggunjing serta buruk sangka begitu juga dengan menjaga pancaindera lainnya. Dari sini, lanjutnya, maka puasa kita menjadi bernilai. Menurut Marsekal Tri Bowo, bila hal di atas dapat kita laksanakan, sivitas akademika UMSU meraih tingkatan puasa para para wali dan nabi.
Marsekal Tri Bowo mengutip surat Albaqarah 183 bahwa hasil dari puasa kita menjadi orang bertakwa.

Menurutnya, bekerja di kantor seperti di UMSU ini, terutama pada Ramadhan, adalah ibadah kepada Allah yang merupakan ciri orang bertakwa. Untuk itu, bekerjalah dengan disiplin, jujur dan bertanggung jawab agar semakin tinggi nilai takwa kita kepada Allah swt, maka semakin teraktualisasi keshalihan dan mutu diri.
Pada akhirnya, lanjut Marsekal Tri Bowo, orang yang berpuasa pada Ramadhan dengan meraih nilai dan hakikatnya itu, dia akan menjadi manusia yang kembali ke fitrah atau Idil fitri. Saat dipanggil oleh Allah swt, kita tergolong insan kamil (orang yang dimuliyakan oleh Allah swt).

Marsekal Tri Bowo berharap sivitas akademika UMSU meningkatkan kualitas diri pada Ramadhan ini sebagai bagian cerminan orang yang bertakwa. Inilah bulan untuk meningkatkan komitmen aktualisasi keshalihan dan budaya mutu seperti yang sudah dilaksanakan di UMSU.

Sebelumnya, Rektor Dr Agussani, MAP saat membuka pengajian Ramadhan Senin lalu mengatakan, pengajian ini merupakan agenda kampus rutin pada Ramadhan yang diadakan setiap hari usai shalat Zuhur berjamaah dan diisi dengan dialog serta tanya jawab. Caranya, UMSU menyelenggarakan pengajian Ramadhan setiap hari sesuai shalat Zuhur berjamaah diikuti ratusan sivitas akademika.

Menurut Rektor Dr Agussani, MAP kepada wartawan bahwa aktualisasi budaya mutu perguruan tinggi hanya dapat terwujud, jika sivitas akademika memiliki kepribadian yang jujur, ikhlas, disiplin, adil, terpercaya serta melakukan kebaikan untuk dirinya, keluarga, masyarakat dan umat manusia secara keseluruhan. Menurut Dr Agussani, itulahciri-ciri orang yang bertakwa seperti yang disampaikan Pangkosekhanudnas III dan penceramah lainnya, yang ingin diraih sivitas akdemika pada setiap Ramadhan. Tentunya, ruhani harus disuguhi materi pengajian yang mencerdaskan dan berkemajuan. Rektor Dr Agussani mengucapkan rasa syukurnya kepada Allah Swt karena sedikit demi sedikit harapan itu dapat dirasakan dan terlihat dari kinerja sivitas akademika UMSU yang terus meningkatkan ditandai dengan parolehan delapan program studi meraih akreditasi A dari BAN PT. UMSU, lanjut Rektor Dr Agussani, akan menjadikan Ramadhan ini sebagai bulan aktualisasi keshalihan dan budaya mutu di kampus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *