LIHAT HILAL: Walikota Medan, Dzulmi Eldin disaksikan Rektor UMSU, Dr Agussani, MAP dan Ustaz Dr KH Amiruddin MS melihat hilal menggunakan teleskop yang dimiliki OIF UMSU di Lantai VII Gedung Pascasarjana UMSU, Jalan Denai Medan, Minggu (5/5).

Pemerintah Kota Medan menetapkan Observatorium Ilmu Falaq (OIF) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara sebagai pusat pengamatan hilal dalam penentuan awal Ramadhan 1440 H karena dinilai memiliki fasilitas pemantauan berupa teropong sangat lengkap dan canggih.

Rektor, Dr Agussani, MAP mengatakan, penetapan OIF UMSU sebagai pusat pengamatan hilal bukan pertama kali dilakukan dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan pengabdian masyarakat. Berbagai peralatan pengamatan hilal yang cukup lengkap dan canggih yang ada di OIF UMSU menjadi pertimbangan dalam penetapan kegiatan yang merupakan salah satu metode penentuan awal Ramadhan.

“Kegiatan ini sebenarnya juga menunjukkan kebersamaan bahwa UMSU dengan fasilitas yang ada mendukung proses penentuan awal Ramadhan melalui pengamatan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Muhammadiyah sendiri melalui perhitungan atau hisab,” katanya kepada wartawan di Medan, Rabu(8/5).

Lebih lanjut Rektor mengatakan, kepercayaan kepada UMSU sebagai pusat untuk pelaksanaan Riya’tul Hilal oleh Pemko Medan merupakan bentuk sinergi antara Pemko Medan dengan UMSU. “Posisi sebagai perguruan tinggi keberadaan OIF dengan berbagai fasilitas lengkap dan canggih memiliki nilai tinggi bagi Pemko dan satu ikon bagi UMSU,” katanya.

Sementara Walikota Medan, Drs Dzulmi Eldin, MH menyatakan, menentukan awal Ramadan memang sangat beragam dengan beberapa metode yang tentunya diharapkan secara umum dan apa yang diinginkan saling mendukung karena memang dari satu metode dengan metode lain memiliki kelebihan dan kekurangan. “Perbedaan tidak harus dipertentangkan tetapi harus dicari jalan keluar sesuai dengan peraturan yang ada,” katanya.

Sebelumnya Kepala Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan, T Rahayu mengatakan dari data kondisi dan keberadaan Hilal secara hisab (Tinggi Hilal, Kecerahan Hilal, dan posisi Hilal saat matahari terbenam), maka pada Minggu, 5 Mei 2019 di seluruh Indonesia, kemungkinan Hilal dapat dilihat karena Konjungsi terjadi sebelum matahari terbenam dan ketinggian Hilal saat matahari terbenam antara 4.520 di Jayapura, Papua sampai dengan 5.750 di Tua Pejat, Sumatera Barat.

Data lain berdasarkan Taqwin Standard MABIMS (Tinggi Hilal sekurang-kurangny 20, Elongasi minimal 30 dan umur bulan minimal 8 jam). Sedangkan di Kota Medan karena berdasarkan data tinggil Hilal 50, 35,72’, Elongasi 60 51,47’ dan Fraksi Iluminasi 0,36%, Umur Bulan, 12 jam 45 menit.

“Dari data-data ini, sudah memasuki dan bisa dinyatakan Hilal sudah masuk dan berdasarkan faktor-faktor yang mendukung bahwa besok kita sudah berpuasa. Insya Allah,” kata T Rahayu saat memberi penjelasan pada pelaksanaan Riya’tul Hilal yang diselenggarakan Pemko Medan di pusat Observatorium Ilmu Falak (OIF) Gedung Pascasarjana UMSU, Jalan Denai Medan, Minggu (5/5).

Dia menjelaskan, waktu terbenam matahari di Indonesia pada Minggu, 5 Mei 2019 paling awal terjadi di Merauke pada pukul 17.29 WIT dan paling akhir di Sabang pada pukul 18.46, di Medan matahari terbenam pukul 18.30 WIB. Namun, berdasarkan data, hilal tidak dapat terlihat karena tertutup awan tebal. “Jadi di wilayah timur tidak ada satupun yang bisa terlihat, namun berdasarkan informasi sementara justru Kebumen bisa melihat,” katanya.

Ketua MUI Kota Medan, Prof Dr Muhammad Hatta mengatakan, kepada seluruh pemerhati yang telah ikut bersama-sama dengan pemerintah membangun sebuah kepercayaan bersama dan mempersatukan umat khususnya dalam pelaksanaan ibadah puasa Ramadan ini patut diapresiasi. “Dimaklumi Insyah Allah sampai pada empat tahun ke depan, posisi bulan tidak ada perbedaan antara berbagai organisasi Islam di Indonesia. Ini awal sebuah gerakan untuk menseragamkan tanggal awal bulan pada setiap saat yang selalu kadang dipermasalahkan,” katanya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, H Impun Siregar mengatakan pelaksanaan Riya’tul Hilal bertujuan untuk melakukan Riya’tul Hilal bersama Pemko Medan, Pengadilan Agama, instansi terkait, ormas Islam, toko agama adala untuk memberikan kenyamanan bagi Umat Islam dalam melaksanakan puasa Ramadan dan untuk mengetahui posisi hilal awal Ramadan 1440 H. Tujuan lain untuk bahan masukan sidang Isbat Kementerian Agama RI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.