Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dipercaya menjadi fasilitator acara “Workshop of English As A Medium of Instruction”. Kegiatan yang diprakarsai oleh Lembaga Kerjasama dan Hubungan Internasional (LKUI) UMSU dengan bekerjasama dengan Regional English Language Office (RELO) Kedutaan Besar dan Konsulat AS di Indonesia ini berlangsung selama tiga hari (18-20/7/2019) di Gedung Pascasarjana UMSU, Jl. Denai No. 217 Medan.

Saat memberikan kata sambutan sekaligus membuka acara ini, Rektor UMSU yang diwakili oleh WR III Dr Rudianto MSi mengatakan, bahwa membangun kapasitas melalui pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris adalah sesuatu yang sangat penting, terlebih di lingkungan dunia akademik.

Menurutnya, kompetensi bahasa Inggris membawa peluang lebih besar dalam bisnis, pendidikan dan komunikasi. Terlebih lagi dalam konteks program internasionalisasi perguruan tinggi, kompetensi bahasa Inggris menjadi salahsatu bagian penting yang harus dipersiapkan dan terus dikembangkan.

“Kita berharap program ini menjadi gerbang bagi kita untuk lebih mengenal dan mengakrabi bahasa Inggris, bukan hanya sebagai bahasa asing, tapi sebagai bagian dari aktivitas komunikasi kita dalam pendidikan tinggi,” ujarnya.

Terkait kegitan ini, Ketua LKUI UMSU dr. Eka Erlangga menjelaskan, bahwa peserta workshop berasal dari puluhan dosen non prodi Bahasa Inggris UMSU. “Alhamdulillah, sejumlah dosen dari pelbagai perguruan tinggi lainnya di Sumatera Utara juga turut berpartisipasi dalam kegiatan ini,” katanya.

Lebih lanjut Eka mengatakan, bahwa dalam acara whorkshop ini akan menghadirkan instruktur yang kompeten dibidangnya, yakni Heather A. Linville, Ph.D, Associate Professor dan Direktur program TESOL & Pendidikan Anak Usia Dini hingga Remaja di Universitas Wisconsin, La Crosse.

Dalam presentasinya, kata Eka, Linville akan membahas bagaimana bahasa Inggris telah menjadi media pengajaran nomor satu, di luar bahasa lokal, di lembaga pendidikan tinggi di seluruh dunia. Fenomena ini meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dari mahasiswa tingkat universitas dan meningkatkan daya saing mereka di dunia global yang kita huni sekarang.

Selain itu, Bahasa Inggris sebagai Media Pengajaran (EMI) memberi siswa kesempatan untuk belajar dengan dan dari siswa internasional, meningkatkan konektivitas global dan kompetensi antar budaya mereka dalam proses tersebut. (RSFN)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.