Kondisi sepanjang sekitar 10 kilometer pesisir pantai Merdeka yang berada di Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, sudah memprihatinkan. Sebab, sekitar 50  persen pesisir pantainya mengalami kerusakan cukup parah. Dan hal itu terjadi karena kurang pengawasan masyarakat yang berada di pesisir pantai.
Untuk mencegahnya lebih parah lagi, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadyah Sumatera Utara (UMSU), bekerjasama dengan masyarakat melakukan penanaman 5000 pohon Mangrove di lokasi pesisir pantai disaksikan Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Serdang Bedagai, Drs. Burhanuddin Nasution, SH., MH, Perwakilan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Serdang Bedagai,  M. Said, dan Staf Ahli Bupati Sergai Bidang Pembangunan, Ir H Sucipto Lumbantobing, Rabu (27/4).

Koordinator pelaksana, Heri Kurniawan didampingi Farid Wajdi, SH, M. Hum dan Faisal, SH, M.Hum, Dekan dan Wakil Dekan III Fakultas Hukum UMSU mengatakan, kegiatan penanaman pohon dilakukan sebanyaki 70 orang mahasiswa FH UMSU sebagai sarana pengabdian kepada masyarakat. Faisal menambahkan penanaman pohon dilakukan dalam rangka perayaan jelang tiga Dasawarsa Fakultas Hukum UMSU sebagai bentuk perwujudan tri darma perguruan tinggi dalam bidang pengabdian masyarakat serta mendukung program pemerintah dalam penanaman satu milyar pohon. Momentum penanaman pohon juga menyambut peringatan har bumi yang diperingati setiap tanggal 22 April. Beliau menghimbau kepada masyarakat turut menjaga kelestarian dengan  menghentikan penebangan pohon Mangrove secara liar.

Sementara itu, Kepala Desa Bagan Kuala, Syahroni didampingi tokoh masyarakat Bagan Kuala, Tahir mengatakan, menyambut baik kegiatan mahasiswa turut memperhatikan dan kiranya pemerintah agar melakukan terus menerus. Pasalnya, tanaman mangrove dapat terjaga, jauh dari ancaman abrasi, ucapnya sambil berharap penanaman mangrove bisa berhasil, dan bermanfaat bagi masyarakat Sergai khususnya Desa Bagan Kuala dan sekitarnya. Salah seorang peserta Doni mengatakan sangat antusias mengikuti kegiatan penanaman pohon ini, karena dapat merasakan langsung dampak perusakan hutan mangrove. Katanya masyarakat perlu disadarkan dengan cara berbuat langsung yakni menanam pohon dan tidak sekadar berteori belaka.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.