Wisata selain untuk memilih mencari suasana berbeda dari suasana sehari-hari, juga dimaknai mencari sesuatu yang bermakna baik lahir maupun bathin. Bagi keluarga besar FH UMSU wisata juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antarsivitas akademika yang selama ini disibukkan dengan rutinitas sehari-hari. Selain itu, wisata juga berguna untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan dosen-mahasiswa, FH UMSU mengadakan wisata ilmiah ke Malaysia, Thailand dan Singapura. Kunjungan diadakan dari tanggal 4-9 Juli 2011. Rombongan wisata ilmiah bakal mengunjungi Universiti Sains Malaysia (Pulau Pinang), University Songkhla (Thailand) dan Universiti Islam Antarbangsa (Kuala Lumpur).

Al Umry SH, M. Hum pimpinan rombongan wisata ilmiah ini mengatakan kegiatan ini diikuti sebanyak 30 orang dosen dan mahasiswa FHUMSU. Beliau mengungkapkan bahwa maksud kunjungan ini dalam rangka memperkuat pemahaman pimpinan, dosen dan mahasiswa FH UMSU dalam mengelola perguruan tinggi. Baik dalam bidang kurikulum, pelayanan administrasi kemahasiswaan dan fasilitas yang dimiliki suatu perguruan tinggi.

Nola Suci Aprilia, salah seorang mahasiswa yang ikut dalam kunjungan ini mengemukakan wisata ilmiah ini sangat bermanfaat dan memberi inspirasi dalam menimba ilmu lebih dalam lagi. “Ilmu pengetahuan terus berkembang, karena itu harus dicari dan kita tidak boleh kalah dari negara lain,” ujar Nola menambahkan.

Salmi Abbas dosen FH UMSU menyebut wisata ilmiah ini adalah kesempatan emas untuk berbagi ilmu baik sesama dosen maupun dengan mahasiswa. “Pokoknya banyak kemajuan dan keunggulan yang telah dimiliki negara lain di bidang keilmuan, sehingga kunjungan ini  sangat besar manfaatnya” kata Salmi Abbas.

Farid Wajdi, Dekan FH UMSU yang juga ikut dalam rombongan ini menegaskan terus belajar, termasuk ke luar negeri adalah sebuah keniscayaan. Pengelola perguruan tinggi tidak boleh berpangku tangan dalam upaya memaksimalkan mutu dan kualitas lulusannya. Suasana kompetisi antarperguruan tinggi begitu kencang dan ketat, termasuk pula dengan perguruan tinggi asing. “Karena itu perlu usaha terus menerus dalam memperkuat model pembelajaran, fasilitas pelayanan dan penguatan kepemimpinan, sebab kalau tidak maka perguruan tinggi itu bakal ketinggalan”, kata Farid.

Pada kesempatan yang sama Farid Wajdi mengucapkan terimakasih kepada Rektor UMSU yang terus mendorong dan memfasilitasi pengembangan akademik maupun fasilitas di lingkungan fakultas yang ada di UMSU. Termasukpun memberi peluang kepada dosen dan mahasiwa FH UMSU melakukan wisata ilmiah ini. Farid berharap ada nuansa berbeda yang didapat di luar negeri dan itu memberi perubahan yang lebih segar dalam meracik proses pembelajaran yang lebih menyenangkan dan pelayanan fasilitas yang lebih memuaskan.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.