SUNAT massal yang dilaksanakan Laziswa Muhammadiyah sumatera Utara  bekerja sama dengan Harian Sumut Pos, Pimpinan Cabang Muhammadiyah se-Medan, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Medan, Fakultas Hukum UMSU, Fakultas Kedokteran UMSU, Satgas Joko Tingkir Sumut, Fakultas Kedokteran USU, Fakultas Kedokteran UISU, Rumah Sakit Umum (RSU) Imelda, Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) As-Salam, RSU Muhammadiyah, Presidium Masyarakat Medan Utara (PMMU) dan Dinas Kesehatan Medan menoreh catatan sejarah.

Sunat massal yang digeber di 27 lokasi di Medan secara serentak mulai pukul 08.30 hingga 19.00 ini mencatatkan sejarah sebagai sunat massal terbesar di luar Pulau Jawa. Jumlah peserta sunat massal 2.308 orang mendekati rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan jumlah peserta mencapai 2.637 orang di Wonosobo (Jawa Tengah).

”Terima kasih kepada semua pihak yang memberi du8kungan sepenuhnya terhadap peilaksananya sunat massal pada 29 Juni kemarin. Sunat massal ini merupakan sunat massal yangt terbesar di luar Pulau Jawa,” kata Koordinator Panitia Ottoman didampingi sejumlah panitia lain yakni Dekan FH UMSU Farid Wajdi, Koordinator EO Sumut Pos, Deddi Mulia Purba, Direktur Pelaksana Bagian Operasional Laziswa Muhammadiyah Sumut Zakirman ST, Ketua Satgas Joko Tingkir Sumut Soekirmanto SH dan Direktur RSIA Salam dr Tomi Salam di Sekretariat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumut, kemarin.

Ottoman mengutarakan panitia telah berusaha maksimal menyelenggarakan kegiatan sunat massal dengan baik. Namun, lanjut dia, di lapangan masih ditemukan sejumlah hambatan. ”Kami mohon maaf apabila peserta sunat massal dan pihak keluarga ada yang tidak maksimal dilayani oleh panitia. Meski sempat ada kendala, akhirnya semua berjalan dengan baik,” katanya.
Koordinator panitia ini mengatakan, para peserta sunat massal mulai Jumat (1/7) dapat melepas perban di RSU Imelda Jalan Bhayangkara Medan, RSIA As-Salam Jalan Flamboyan Raya Tanjung Selamat dekat Pasar Melati Medan, RSU Muhammadiyah Jalan Mandala By Pass Medan dan Puskesmas di Medan.

”Sunat massal yang kita laksanakan sangat memudahkan keluarga untuk membuka perban sendiri. Namun apabila keluarga ragu membuka sendiri, dapat dilaksanakan di RSU/RSIA atau Puskesmas secara gratis. Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM didampingi Kadis Kesehatan Medan saat meninjau sunat massal di Jalan Pertiwi Medan sudah menginstruksikan Puskesmas untuk melayani pembukaan perban para peserta sunat massal,” katanya

Ottoman menambahkan, dari pelaksanakaan sunat massal yang semula direncanakan diikuti lebih 2.700 calon peserta, ternyata ada yang tidak hadir dan tidak memenuhi kriteria medis. Ada pula calon peserta sunat massal secara gratis yang takut untuk disunat. ”Di antara mereka yang disunat terdapat tujuh peserta dari umat nonmuslim yang disunat yakni tiga orang di Sidorame, dua orang di Simalingkar B dan dua orang di RSIA Salam. Ada juga seorang muallaf yang disunat di Sidorame Barat dan seorang perempuan yang disunat Medan Timur.
Ia menjelaskan juga empat peserta sunat massal yang sempat mengalami pendarahan masing-masing seorang di Sei B, Sei Sikambing C, Griya Martubung dan Sidorame Barat sudah ditangani pihak RSU Sari Mutiara, RSU Imelda dan dokter setempat. ”Kalau masih ada yang mengalami masalah pasca sunat dapat dirujuk ke RSU Muhammadiyah,” terangnya.

Ketua Satgas Joko Tingkir Sumut Soekirmanto SH mengungkapkan terima kasih karena pihaknya dilibatkan dalam kegiatan bakti sosial akbar sunat massal pada 29 Juni lalu. ”Bakti sosial bertepatan dengan peringatan Israk Mi’raj ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terutama yang berasal dari kalangan kurang mampu,” kata Soekirmanto.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.