Mediasi dinilai efektif sebagai alternatif penyelesaian perkara bagi para  pihak yang bersengketa. Hal ini dilihat masih sulitnya penyelesaian perkara perdata maupun  pidana di pengadilan.

Mediasi lebih unggul dibandingkan pengadilan atau arbitrase yang  sifatnya formal. Mediasi  lebih hemat, penyelesaian cepat dan hasilnya memuaskan para pihak, papar Dekan Fakultas Hukum  UMSU Prof DR Runtung Sitepu dalam Seminar Nasional Penyelesaian Sengketa Melalui  Mediasi, di   Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Jln. Kapten Mukhtar Basri Medan, Rabu (15/2).

Katanya , proses mediasi melibatkan pihak ketiga yang netral. “Melalui mediasi peluang  penyelesaian akan mengarah pada jalinan hubungan para pihak. Mediasi berbeda dengan negosiasi,”  ujarnya.

Ditambahkan, penyelesaian sengketa melalui mediasi adalah bagian proses peradilan  sebagaimana  ketentuan Pasal 130 HIR dan 154 RBg serta Peraturan Mahkamah Agung Nomor 01 Tahun 2008 tentang  Prosedur Mediasi di Pengadilan.

Sementara itu, Darma Bakti SH, MH yang juga narasumber dalam seminar itu  mengatakan, advokat  sangat berperan dalam meyakinkan kliennya bahwa sengketa bukanlah pertarungan yang harus  dimenangkan dengan cara mahal. Tetapi seharusnya atau hakekatnya diselesaikan dengan baik  melalui mediasi.

“Mediasi adalah merupakan salahsatu bentuk penyelesaian sengketa. Makanya advokat diharapkan  perannya dalam penyelesaian sengketa para pihak sekaligus membantu mediator secara winwin  solution,” sebutnya.

Rektor UMSU Drs Agussani M.AP mengatakan, pihaknya sangat mendukung penuh kegiatan seminar  nasional ini.  Diharapkan melalui kegiatan ini, masyarakat bisa mengetahui bahwa setiap  permasalahan atau sengketa baiknya diselesaikan melalui mediasi.

Hadir dalam kegiatan itu Ketua PN Stabat Hj M Diah S Dewi SH, MH, Sri Mamud SH, MLM dari IICT,  dan para peserta mahasiswa fakultas hukum. (m49)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.