KULIAN UMUM DAHLAN ISKAN : Mentri BUMN Republik Indonesia Dahlan Iskan memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Sabtu (17/11). Kuliah umum bertemakan "Membangun Etika Pejabat Bersih Dari Korupsi" ini diikuti ratusan mahasiswa, dosen yang antusias melihat Dahlan Iskan. File Zona Bebas/Kota/Fotografer/Khairil Umri/November/Kota_Kuliah Umum Dahlan Iskan_Khairil Umri_171112

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan mengatakan bahwa pihaknya bukan tidak mau melaporkan kasus pemerasan yang dilakukan oleh beberapa oknum DPR terhadap sejumlah BUMN ke Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), melainkan bahwa pihaknya hanya saja belum ke KPK.

“Saya mengatakan bahwa saya belum ke KPK, bukan tidak mau ke KPK,” ucapnya dengan tegas saat memberi kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Sabtu (17/11).

Menurut Dahlan, jika nantinya tidak ada penanganan yang baik dari hasil laporannya ke Badan Kehormatan (BK), maka pihaknya akan menindaklanjuti kasus tersebut ke tahap yang lebih serius.

“Sebenarnya saya males mencampuri rumah orang lain, lebih baik saya memperbaiki keburukan dari rumah saya sendiri. Ini yang menjadi prioritas saya ketika saya ditunjuk Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Menteri BUMN beberapa waktu lalu,” ucapnya.

Dalam kuliah umumnya yang berjudul “Membangun Etika Pejabat Bersih dari Korupsi,” Dahlan juga memberikan sistem leadership dalam menerapkan instansi yang bebas dari korupsi. Dikatakannya, dalam memberantas korupsi pada sebuah instansi, perlu adanya kesamaan atau kesepakatan dari masing-masing direksi. Selama ini yang dinilainya masing-masing direksi tidak satu pemahaman dan selalu mengincar jabatan.

Pengalamannya menjadi Direktur Utama PT PLN (Persero) adalah masing-masing direktur maupun direksi memiliki orang “luar” untuk menjatuhkan atasannya. Orang luar ini biasanya berasal dari tokoh politik, tokoh masyarakat atau pemerintah yang mempunyai kekuasaan untuk menjatuhkan atasannya.

“Jadi, ketika mau membersihkan instansi dari korupsi, ini dahulu yang dibersihkan. Percayalah bahwa pada suatu instansi masih terdapat 10 persen orang yang betul-betul idealis untuk mendukung anda menjadi maju. Dan percaya juga bahwa dari instansi yang bobrok tersebut, hanya 15 persen orang yang berfikiran kotor, mereka inilah yang duduk pada jajaran atasan. Sisanya dari jumlah itu adalah orang-orang yang sifatnya hanya sebagai pengikut,” ucapnya.

Sementara itu, Rektor UMSU, Drs Agussani M.AP dalam sambutannya menyambut baik kedatangan menteri yang bersahaja itu ke UMSU.

“Saya mengharapkan kedatangan bapak Menteri ke UMSU dapat memberikan pencerahan dan meninggalkan kenangan-kenangan yang menjadikan UMSU menjadi lebih baik lagi ke depannya,”harapnya.

Harapan sama juga disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumut, Prof Asmuni. Pihaknya juga mengharapkan agar jejak dan perjuangan yang dilakukan Dahlan Iskan bisa menjadi teladan bagi mahasiswa-mahasiswa yang hadir. (analisa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.