Medan, 30/3 (UMSU)- Obeservatarium Ilmu Falak (OIF) Universitas Muhammadiyah Sumatera(UMSU) diresmikan oleh Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr.H Syamsul Anwar,senin.

OIF terlengkap beroperasi di gedung pascasarjana UMSU di lantai VII Jalan Denai Medan ini yg pertama di Indonesia setelah milik pemerintah di Bandung.

“Insya Allah hari ini observatarium Ilmu Falak kita diresmikan.Dengan demikian semua instrumen pendukung termasuk dua telestop standar internasional sudah dapat beroperasi,”kata ketua OIF UMSU Dr H.Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar,MA, Minggu(29/3).

Lulusan Institut Riset dan penelitian kairo,mesir,ini mengatakan,OIF memiliki instrumen terlengkap  setelah observatarium milik pemerintah.terlengkap karena OIF UMSU menyediakan””taman”astronomi terdiri dari ruang instrumen,perpustakaan,ruang planetarium dan berbagai simulasi astronomi.observatarium ini menggunakan telestop Sky Water MAK 8 HE Q5 buatan Amerika sehingga dapat mengamati bintang dan planet kapan saja.telestop ini memiliki kelebihan bisa mengikutin pergerakan benda langit.selain itu,OIF UMSU juga  menyediakan telestop khusus mengamati hilal pada siang dan malam hari.

“Teleskop ini bisa menangkap bentuk citra hilal,”katanya.

Menurut Arwin,sumber daya yg mengelola OIF UMSU mengandalkan orang-orang muda dari Fakultas Teknik, Fakultas Agama Islam, Fakultas Ekonomi dan Fakultas Keguruan dan Pendidikan jurusan matematika di lingkungan UMSU yg setiap saat baerganti.

OIF rencananya juga dibuka untuk umum terutama bagi pelajar yg ingin mengetahui ilmu astronomi.

Secara terpisah Rektor UMSU Dr Agussani,MAP mengatakan, observatorium merupakan sarana utama penelitian langit bagi para Astronom Muslim era peradaban Islam.Untuk itu UMSU mendirikan OIF dengan harapan Astronom Muslim mengerahkan segenap kemampuannya dalam bembaca dan menerjemahkan langit sehingga kita dapat melahirkan berbagai penemuan baik secara reoretis maupun praktis.

Hal ini sejalan dengan aspirasi sevitas akademika UMSU yg memiliki perhatian dibidang astronomi.

Dengan demikian lanjut rektor,pendirian OIF bagian dari pelaksanaan Catur Dharma perguruan tinggi Muhammadiyah yakni pengembangan ilmu pengetahuan,penelitian,pengabdian pada masyarakat serta penguatan AL-ISLAM dan kemuhammadiyahan.

Rektor Dr Agussani mengatakan dengan peresmian OIF ini,maka UMSU ikut berperan salah satunya membari laporan kepada persatuan Observasi Nasional dan Internasional.

laporan itu menjadi data astronomi dan matematika dalam penentuan awal bulan khususnya perumusan kalender hijrah global.terkait dengan perumusan kalender hijrah ini,kata rektor,pada hari yg sama UMSU menyelenggarakan seminar”Unifikasi kelender hijrah Global:promblem dan tantangan”dengan pembicara Prof Dr H.Syamsul yang juga pemerhati perkelenderan hijriah global dan Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga,Yogyakarta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here