Dosen Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Dr Ade Faisal berhasil meraih beasiswa mengikuti training yang ditawarkan Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang.

“Ada sebanyak 20 peserta dari seluruh Indonesia berhasil lolos seleksi untuk beasiswa training yang bernama `The Training Program on Steel Construction for Indonesia`,” kata Ade Faisal di Medan, Rabu (27/1).

Ia mengatakan, training itu akan dilaksanakan di Tokyo, Jepang, mulai 28 Januari hingga 5 Februari 2016.

Program beasiswa itu bertujuan untuk mentransfer teknologi konstruksi baja yang ada di negara matahari terbit tersebut kepada para pelaku konstruksi baja di Indonesia dalam rangka menghadapi tantangan MEA.

Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang menawarkan beasiswa training ke seluruh negara berkembang, termasuk Indonesia, melalui skema Association for Overseas Technical Scholarship (AOTS) yang salah satunya dikelola oleh HIDA (Overseas Human Resources and Industry Development Association).

“Training itu sendiri merupakan hasil kerja sama HIDA Jepang dengan Masyarakat Teknik Sipil Jepang (JSCE) dan Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI),” kata dosen yang juga Ketua Program Studi Teknik Sipil UMSU yang menekuni bidang bangunan tahan gempa dan analisa bahaya gempa itu.

Peserta training itu terdiri dari empat orang dari wakil perguruan tinggi yakni UMSU, Universitas Udayana (Bali), Institut Teknik Sepuluh November Surabaya, dan Universitas Kristen Petra (Surabaya).

Sedangkan 16 orang lainnya mewakili praktisi konsultan, kontraktor, dan pabrikan baja di Indonesia.

Ade Faisal dikenal sebagai ahli yang menekuni bidang bangunan tahan gempa dan analisa bahaya gempa sejak tahun 2000 dan mendapatkan gelar S2 dan S3 juga pada bidang yang sama.

Sejumlah kursus setingkat S2 pernah diikuti, seperti kursus rekayasa seismologi di Universite Joseph Fourier, Perancis dan kursus rekayasa kegempaan di ROSE School, Italia.

Training struktur tahan gempa juga pernah diikuti oleh Ade Faisal di Taiwan, yakni di NCREE yang merupakan salah satu pusat riset kegempaan tercanggih di dunia.

Ia juga melakukan sejumlah riset struktur tahan gempa dan telah berhasil mempublikasikannya di jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional terindeks Scopus dan Thompson Reuters.

Selain mengajar, Ade Faisal juga aktif menjalankan profesinya sebagai insinyur perencana struktur (freelance) dan turut aktif di sejumlah asosiasi profesi keinsinyuran di Indonesia.

Rektor UMSU Dr Agussani mengatakan, capaian yang diraih Dr Ade Faisal dalam bidang akademik cukup membanggakan.

Beasiswa training ke Jepang tersebut tentu sangat selektif sehingga hasil dari pelatihan yang dilaksanakan diharapkan akan memberikan manfaat, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan di UMSU.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.