Rektor UMSU Dr Agussani, MAP mengukuhkan 20 orang lulusan dokter pada acara yudisium dan pengucapan sumpah dokter Angkatan V yang berlangsung di gedung Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Jalan Gedung Arca Medan, Sabtu (9/2). Acara itu dihadiri Wakil Rektor Dr Muhammad Arifin Gultom dan Rudianto, S.Sos., M.Si, Dekan Fakultas Kedokteran dr Ade Taufiq, SPOG, staf ahli rektor bidang pendidikan kedokteran dr Kamal Basri Siregar (spesialis bedah onkologi/ Sp. B. Onk), Prof Azhar Tanjung (spesialis penyakit dalam, konsultasi alergi imonologi), Prof Dr Amri Amir (spesialis forensik), dr Mahmur Huseini (Spesialis parasitologi), dr Isti Irmayati selaku medical education unit FK UMSU, Humas Ribut Priyadi serta para orangtua lulusan dokter.

Dalam acara itu para lulusan terharu bahkan ada yang meneteskan air mata. Mereka mengingat perjuangan awal menjadi dokter tidak mudah. Selain membutuhkan kerja keras, kesabaran dan motivasi oleh orang tua. Paling mengharukan dan bercampur rasa bangga, para lulusan tamat baik tingkat lokal dan nasional. Selain itu menyandang dokter dari Fakultas Kedokteran UMSU berakreditasi B dan meraih ranking terbaik di Sumatera Utara dan 10 besar dalam ujian kompetensi mahasiswa program profesi dokter secara nasional atau disebut UKMPPD sebagai syarat calon dokter yang diatur oleh Kementerian Ristek Dikti pada 2015 lalu. “Sampailah kita pada tahap akhir Yudisium ini setelah merasakan suka dan duka dua tahun di Rumah Sakit Haji dan Pirngadi dan ujian kompetensi profesi dokter secara nasional. Ini bukan pekerjaan mudah,” kata dr Ummil terbata-bata dengan mata berkaca-kaca. Dia mewakili dari 20 orang lulusan dokter yang dipersilakan memberikan kata sambutan.

Pada kesempatan itu pula Dekan FK UMSU dr Ade Taufik, SPOg menyampaikan lulusan dokter pada Yudisium V ini adalah yang terbesar dari sebelumnya. Dengan demikian UMSU telah menghasilkan 41 orang dokter selama delapan tahun fakultas kedokteran berdiri. Katanya, sampai sekarang tidak ada mahasiswa kedokteran sebagai mahasiswa “abadi” alias lama tamat. “Insya Allah dari uji kompetensi secara nasional hasilnya maksimal selama empat kali mengikuti UKD, semua mahasiswa kedokteran UMSU lulus,” katanya yang mendapat tepuk tangan dari para lulusan dan orangtua mahasiswa.

dr Ade Taufik menjelaskan lulusan dokter tahun ini adalah yang terbaik karena 25 orang mahasiswa calon dokter yang mengikuti UKMPPD yang lulus 20 orang. Jika diambil persentasenya maka tingkat kelulusan 80 persen. Ini merupakan prestasi lulusan dan Fakultas Kedokteran UMSU yang menggembirakan kita semua. Tingginya persentase kelulusan dalam UKMPPD ini, lanjutnya, membuat Fakultas Kedokteran UMSU tertinggi di Sumatera dan 10 besar secara nasional. Selain itu lulusan dokter UMSU meraih ranking ke-4 uji klinik (Oc) secara nasional. Predikat itu diraih oleh dr Zulfahmi. Dia berharap mahasiswa lain pada tahun depan dapat meraih ranking pada ujian teori atau CBT. “Alhamdulillah data itu selalu ditampilkan setiap kali dekan Fakultas Kedokteran se-Indonesia mengadakan pertemuan. Selamat dan sukses buat para lulusan karena sudah sungguh-sungguh, ” ujarnya seraya menyampaikan ini bukan akhir perjuangan melainkan awal perjuangan baru bagi seorang dokter sebagaimana peta jalan dokter itu sangat panjang.

Sementara itu Rektor UMSU Dr Agussani, MAP mengatakan membangun tata kelola perguruan tinggi yang kompetitif tidak mudah dan memerlukan proses panjang. Kini UMSU telah berkembang dan maju. Masyarakat mempercayakan anaknya kuliah di UMSU ditandai dengan   24.000 jumlah mahasiswa. Pada tahun ini akan dilepas 3.000 lulusan selama tiga hari tidak terlepas dari kepemimpinan beberapa rektor yang pernah memimpin amal usaha persyarikatan Muhammadiyah ini. Kemudian dilanjutkan dengan perencanaan tata kelola yang baik sehingga muncul Fakultas Kedokteran sejak 8 tahun lalu dan kini meraih Akreditasi B menjadi kebanggaan bersama, apalagi antara input dan output-nya berjalan seimbang, artinya 24.000 mahasiswa yang kuliah dan tamat dari UMSU mampu bersaing di pasar kerja. Khusus untuk lulusan dokter dari UMSU memilik perbedaan dengan lulusan dokter lainnya. Mahasiswa Fakultas Kedokteran UMSU telah dibekali standar karakter dan visi dokter yang islami dan kemuhammadiyaan sehingga mereka menjadi dokter yang dapat menjadi imam di tengah masyarakat. Fakultas Kedokteran UMSU juga menjadi 3 besar terbaik di tingkat Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia “Saya minta lulusan dokter dari UMSU menjadi dokter yang islami dan tidak sungkan membawa visi Muhammadiyah di saat melakukan profesi dokter di tempat kita berada,” katanya.***

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.