Unit kegiatan mahasiswa (UKM) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mendorong agar mahasiswa selain berprestasi di bidang akademik juga non akademik dalam proses penyaluran bakat dan minat.

“Pretasi non akademik juga penting bagi mahasiswa sebagai upaya untuk mengembangkan kepribadian, bakat dan kemampuan dalam berbagai bidang di luar bidang akademik,” kata Wakil Rektor bidang kemahasiswaan dan alumni Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Rudianto MSi.

Menurut Rudianto, UKM sebagai kegiatan ekstrakurikuler mahasiswa yang dilakukan di luar jam belajar kurikulum standar selain dapat menambah kreativitas juga bisa membawa nama baik universitas, baik di kancah regional, nasional maupun internasional.

“Prestasi akdemik dan non akademik sama-sama penting. Untuk itu, kita membutuhkan suatu cara untuk menyeimbangkan antara keduanya,” kata Rudianto saat pertemuan antara pembina dan pengurus UKM serta Wakil dekan bidang kemahasiswaan, badan eksekutif mahasiswa dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM).

Dijelaskan Rudianto, pihak rektorat juga memperhatikan dan mendorong prestasi mahasiswa tidak hanya aspek akademik semata tetapi juga bidang kemahasiswaan termasuk minat dan bakat melalui dunia olahraga, seni, ahli debat dan lainnya.

Prestasi mahasiswa di bidang minat dan bakat, kata Rudianto, terus dipelihara dan dilestarikan agar potensinya tergali. Untuk itu, pihaknya yang membidangi kemahasiswaan perlu memberi sokongan yang kuat, sehingga UKM bisa beraktivitas lebih baik.

“Upaya itu bisa dilakukan dengan cara membangun sinergitas antara UKM dengan pengurus dan pembinanya agar masing-masing UKM memiliki partner untuk berdiskusi, berbagi dan saling bersilaturahmi,” kata Rudianto yang juga Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik tersebut.

Rudianto berharap, karena universitas ini berciri Al Islam Kemuhammadiyahan, maka UKM harus menjalankan agar sejalan dengan apa yang diatur dalam ketentuan yang sebenarnya bukan untuk mempersulit tetapi membantu.

Sebagai organisasi kemahasiswaan hendaknya jangan stagnan tapi dilakukan pergantian kepenguruan sesuai dengan periode dengan musyawarah untuk pergantian. “Organisasi yang sehat adalah mempunyai rencana kerja dan menyusun program serta dilaporkan dengan melibatkan pembina, sehingga semua aktivitas bisa direncanakan dengan baik. Jika pun ada kendala mudah mengatasi karena semua sudah terencana dan terporgram,” katanya.

Menurut Rudianto, fungsi perguruan tinggi pada dasarnya selain mengembangkan keilmuan di bidang akademik juga mendorong mahasiswa berkarakter. Untuk menciptakan dan melahirkan mahasiswa yang punya karakter tersebut, katanya, PT harus menyeimbangkan antara civitas akademik dan aktivitas lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here