Kapolresta Medan, Kombes Pol  H Mardiaz Kusin Dwihananto mengajak mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) berpartisipasi aktif ikut memberantas peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba).

“Mari kita sama-sama menjaga lingkungan kampus kita, lingkungan rumah dan keluarga  dari pengaruh Narkoba,” katanya saat melakukan sosialisasi bahaya Narkoba di kampus UMSU, Jalan Mukhtar Basri, Medan, Rabu (6/4/2016).

Menurutnya,  semua elemen masyarakat harus ikut menjaga dan mencegah peredaran Narkoba karena daya rusaknya yang sangat luar biasa. Jangan sampai negara ini terjajah dan dikuasai lewat pengaruh narkoba.

Dia mengaku, prihatin sekaligus heran karena banyaknya narkoba yang masuk ke Indonesia dari luar negeri khususnya melalui  Malaysia.  Narkoba yang asalnya dari Negara China dibawa melalui Malaysia kemudian masuk dan diedarkan di Indonesia.

Pihaknya sempat menyampaikan nota keberatan dan mempertanyakan ke pihak Malaysia terkait dengan besarnya jumlah narkoba  yang  dibawa dari Malaysia dan berhasil ditangkap.  Bahkan karena rasa penasaran, pernah langsung mengecheck ke Malaysia untuk melihat peralatan dan ternyata semua bagus dan memenuhi standard.

“Makanya kita mengkhawatirkan peredaran narkoba yang begitu luar biasa di Indonesia, sebagai  bentuk  penjajahan model baru.  Fakta sejarah menjelaskan, bahwa  Narkoba pernah digunakan sebelum Inggris menginvasi China sehingga jangan sampai apa yang dialami Negara itu juga terjadi di Negara kita nantinya,” katanya.

“Jangan sampai kita terjajah Negara lain akibat narkoba,” tegasnya.

Lebih lanjut, banyak modus yang digunakan untuk mengedarkan narkoba. Berdasarkan temuan di lapangan, para bandar berupaya dengan segala cara, termasuk membarter dengan barang  lain dan menyediakan paket narkoba murah guna memancing pengguna.

Sedangkan mereka yang telah mengalami kecanduan, bisa melakukan apa saja karena kehilangan kendali diri. Sebagai mana pernah diungkap pihak kepolisian, ada pengguna narkoba yang sampai tega membunuh seluruh anggota keluarganya, ayah ibu, kakak dan adiknya.

Kota Medan sendiri menurutnya, saat ini  sudah sampai pada tahap darurat narkoba. Kondisi itu adalah fakta yang tak perlu ditutup-tutupi. “ Saya tidak malu mengatakan bahwa, Kota Medan saat ini sudah mengalami darurat narkoba, Ini harus kita buka, seluruh elemen ayo bersama hentikan narkoba,” katanya.

Dia juga tidak menampik,  ada oknum anggota Polisi yang terkena pengaruh Narkoba. Dalam hal ini pihaknya bersikap tegas terhadap  petugas yang melakukan penyimpangan.
“Kami tidak mau mermbiarkan anggota terjangkit narkoba, setiap yang terbukti bersalah akan ditindak tegas dan selanjutrnya setelah menjalani proses hukum akan dikembalikan statusnya ke masyarakat biasa,” katanya.

Dalam kesempatan itu, dia juga barharap UMSU berperan aktif mencegah dan memberantas peredaran  narkoba. Untuk itu setiap mahasiswa  dikenakan wajib tes urin, misalnya saat ujian semester.

Sementara itu,  Wakil Rektor I UMSU, Dr Muhammad Arifin, SH, M Hum mengatakan, pihak universitas mendukung sepenuhnya upaya polisi dalam pemberantasan peredaran narkoba.  UMSU sebelumnya telah berkomitmen mencegah peredaran narkoba dengan mewajibkan setiap calon mahasiswa baru melakukan tes urine sebagai salah satu syarat kelulusan menjadi mahasiswa baru.

“Daya rusak narkoba ini sangat luar biasa, makanya UMSU sejak lama  berupaya mencegah pengaruhnya dengan mewajibkan setiap mahasiswa baru melakukan tes urine,” tegasnya.

UMSU jelasnya, juga siap bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk mengkampanyekan  “stop narkoba.  Untuk itu mahasiswa diimbau agar menjauhi Narkoba  karena pihak universitas  akan memberikan sanksi tegas bagi yang kedapatan menjadi  pengguna, apalagi pengedar.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.