UMSU DAPAT KEPERCAYAAN KIRIM PAKAR ILMU FALAK KE MALAYSIA

Kerjasama UMSU yang sudah berjalan 9 tahun dengan ISDEV-USM telah menorehkan catatan sejarah danmengalami kemajuan yang cukup signifikan.

Selain UMSU mengirim dosen-dosennya belajar di USM, Universitas terbesar di Malaysia itu juga akan mengirim dosen dan mahasiswanya belajar Ilmu Falak di OIF UMSU. Hal itu mengemuka dalam kegiatan workshop dan konferensi internasional yang mana UMSU sebagai tuan rumah selama dua hari yang diselenggarakan di Kampus Pascasarjana Jalan Denai dan Hotel Garuda Plaza Medan berakhir kemarin, Selasa (17/5). Rektor UMSU Dr Agussani, MAP dalam pidato di sela pembukaan seminar internasional bertajuk“Islamic Conttrolling Manajement” menyampaikan UMSU menyatakan senang hati dan pintu terbuka memberikan pelatihan Ilmu Falak kepada utusan ISDEV-USM.

Selain itu, lanjut rektor, UMSU mendapat kepercayaan dari Malaysia untukmengirim pakar Ilmu Falak dariOIF UMSU dan pakar media massa untuk berbicara di forum internasional di sana. Keinginan itu didasari dari kunjungan rombongan mahasiswa Strata 2, 3 dan para dosen di ISDEV-USM ke OIF UMSU di sela acara workshop dan mendapat penjelasan yang rinci tentang kajian rinci Ilmu Falak,sejumlah alat tradisional dan modern untuk menentukan arah kiblat, menentukan awal bulan dan awal Ramadhan. Minat Malaysia untuk mengkaji Ilmu Falak dengan pakar dari UMSUkarena OIF sendiri memiliki 5 teleskop canggih yang dapat melihat hilal pada siang hari secara digital yang dikendalikan oleh orang-orang muda dan OIF telah menjadi wahana pembelajaran tentang ruang angkasa serta menentukan arah kiblat ratusan masjid di Sumatera Utara.Selain itu pakar media massa Islam dari UMSU juga dibutuhkan untuk mengkaji bagaimana peran media dalam mendorong pembangunan yang islami.

Menurut rektor, kerjasama dengan ISDEV-USM menjadi komitmen UMSU untuk mengembangkan Ilmu Falak sebagai ilmu pengetahuan yang dibutuhkan dunia Islam di era globalisasi saat ini. Kerjasama ini juga untuk memperteguh keberadaan UMSU menuju World Class University yang dituntut untuk membangun jejaring kerjasama dengan perguruan tinggi dunia.

Sementara itu Direktur The Centre for Islamic Development Studies University Sains Malaysia (ISDEV-USM) Prof Sukri Saleh menyatakan kekagumannya pada UMSU yang memiliki Observatorium Ilmu Falak dan memiliki SDM yang mumpuni di bidangnya juga pakar media massa Islam dari UMSU dibutuhkan untuk mengkaji peran media mendorobg pembangunan secara Islami. Potensi itu tidak dimiliki sebagian besar perguruan tinggi di Indonesia, tak kecuali milik pemerintah, berbeda dengan UMSU tanpa dibiayai pemerintah mampu berkembang pesat sebagai pusat kajian ilmiah dan mencetak ilmuwan islami yang dibutuhkan masyarakat dan dunia Islam sekarang. Untuk itu ISDEV-USM meminta kesediaan UMSUmengirimkan pakar-pakarnya ke Malaysia dan menerima utusan dari Malaysia belajar Ilmu Falak.

Sementara itu seminar internasional berteraskan Islam atau International Conference on Islamic Development (ICID) ini menghadirkan lima pembicara yang dibagi dua sesi dipandu moderator Zainuddin Gayo. Sesi pertama diisi oleh Prof Sukri Saleh dengan topik Islamic Development Monitoring (USM), Rudianto, M.Si dengan topik Fungsi Media Massa Dalam Pengawasan Islami (UMSU) dan Dr Farid Wajdi dengan topik Manajemen Pembangunan Hukum (UMSU-Komisioner Yudisial). Sesi kedua diisi pembicara Dr Fadzla Azmi, Dr Azin Ibrahim (USM) dan Dr Prawidia dengan moderator Dr Widya Hastuti.

Ketua Panitia International Workshop on Islamic Development (WAPI) dan International Conference on Islamic Development (ICID) Dr Muhammad Qorib mengatakan peserta yang ikut workshop dankonferensi internasional ini diikuti 141 dosendan mahasiswa Strata 2 dan 3 terdiri dari 70 orang dari Indonesia dan 71 orang dari Malaysia serta lebih dari 300 peserta konferensi dari ibu Aisyiyah dan umum. Konferensi internasional ini mendapat respons dan diikutipeserta dengan antusias hingga pukul 16.00. Turut hadir dalam acara ini Wakil RektorDr Muhammad Arifin Gultom, Akrim, M.Pd, Rudianto, M.Si, Sekretaris Rektor Gunawan, Ketua PW MuhammadiyahSumut Prof Hasyimsyah Nasution, aktivis Muhammadiyah, BPH UMSU Dalail Ahmad, jajaran sivitas akademika UMSU, puluhan mahasiswa/dosen USM Malaysia sertaKetua OIF Dr Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar.***