Presiden Joko Widodo menandatangani prasasti Observatorium Ilmu Falak (OIF) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dalam rangkaian kegiatan Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan (KNIB) di Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Tamantirto, Kasihan, Bantul.

Rektor UMSU, Dr Agussani, MAP kepada wartawan di Medan, Kamis (26/5) mengatakan, kesediaan Presiden Jokowi menandatangani prasasti sebagai tanda peresmian fasilitas observatorium menjadi kebanggan tersendiri bagi universitas. Apalagi penandatanganan prasasti tersebut disaksikan langsung Ketua PP Muhammadiyah, Dr Haedar Nashir, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dan sejumlah tokoh nasional lainnya.

Kebetulan sejumlah tokoh yang hadir dan turut menyaksikan penandatanganan prasasti OIF sebelumnya telah mengunjungi dan memberikan apresiasi positif atas adanya fasilitas yang telah memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pemecahan persoalan keumatan. Bahkan Ketua MPR, Zullkifli Hasan secara khusus memberikan testimoni terkait dengan fasilitas observatorium yang tidak banyak dimiliki kampus lain.

Menurut Rektor UMSU, keberadaan OIF telah memberikan nuansa baru bagi universitas dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya terkait tata surya, serta kegiatan pengabdian masyarakat. Selama ini cukup banyak kegiatan yang sudah dilakukan OIF, termasuk pengukuran kiblat masjid di Kota Medan dan sekitarnya.

Sementara kesediaan Presiden Jokowi membubuhkan tandatangan di prasasti OIF UMSU menjadi catatan sejarah tersendiri. Hal ini sekaligus menjadi momentum bagi pengelola OIF untuk lebih banyak menghasilklan prestasi dan kegiatan positif.

“Kesediaan Presiden Jokowi menandatangani langsung prasasti OIF bisa dimaknai sebagai salah satu bentuk perhatian sekaligus dukungan yang diharapkan akan memacu semangat bagi UMSU khususnya  tim OIF untuk berusaha lebih keras dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan berpartisipasi dalam pemecahan masalah-masalah keumatan,” kata Agussani.

Dijelaskan dia, selama ini OIF UMSU di usianya yang tergolong baru telah berhasil menarik perhatian berbagai kalangan untuk belajar terutama  berkenaan dengan ilmu falak yang dalam sejarahnya banyak melahirkan ilmuwan muslim ternama di dunia. OIF UMSU juga sukses menyelenggarakan kegiatan menyaksikan langsung proses gerhana matahari yang mampu menghadirkan ribuan masyarakat Kota Medan dan sekitarnya.

Saat ini fasilitas alat dan lokasi OIF UMSU juga direncanakan akan digunakan sebagai tempat  pengamatan hilal untuk menentukan awal puasa Ramadhan. Pihak Pemerintah Kota Medan telah melakukan peninjauan dan memeriksa ketersediaan alat yang dimiliki OIF UMSU untuk pelaksanaan pengamatan hilal.

Menurut Rektor Agussani, UMSU ke depan tidak hanya fokus pada persoalan akademik, tapi akan lebih banyak berkiprah dan berpartisipasi dalam pemecahan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat baik di lingkup, lokal, nasional dan internasional. Keberadaan OIF UMSU juga menjadi bagian yang penting, terbukti dengan rencana program kerjasama internasional yang digagas bersama University Sains Malaysia untuk pengembangan ilmu falak.

“Rencana kerjasama OIF UMSU dengan Islamic Development (ISDEV) USM ini merupakan program lanjutan kerjasama yang sudah dilakukan sebelumnya melalui kegiatan seminar dan workshop internasional yang dilakukan secara berkala setiap tahunnya,” kata Agussani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.