Sampai hari ke-6 Ramadhan 1437 Hijriah, sudah sebanyak 250 calon mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menjalani tes urine sebagai syarat masuk perguruan tinggi swasta terkemuka di Sumatera  Utara tahun ajaran 2016/2017 ini. Data kemarin sudah ribuan masyarakat mendaftar di UMSU secara online.

Tes urine ini dilakukan untuk memastikan calon mahasiwa/i UMSU terbebas dari pengaruh jahat narkotika, obat-obatan dan zat terlarang (NAPZA).

Rektor UMSU Dr Agussani, MAP melalui Ka. Biro Humas UMSU Ribut Priadi Jumat (10/6) mengatakan tes urine ini berlaku pada seluruh calon mahasiswa yang mendaftar dan akan menimba ilmu pada seluruh program studi.

“Kebijakan universitas ini tidak terlepas dari komitmen Pimpinan Pusat Muhammadiyah turut mendukung program pemerintah memberantas peredaran narkoba di kalangan generasi muda dan menghempang agar narkoba tidak masuk di perguruan tinggi,” katanya usai shalat Jumat di Masjid Taqwa kampus UMSU, kemarin.

Paling tidak, lanjutnya, tes urine ini sebagai langkah deteksi awal yang dilakukan UMSU untuk dapat memastikan para calon mahasiswa bersih dari pengaruh NAPZA.

Menurut Ribut Priadi, UMSU adalah bagian institusi pendidikan yang mencetak lulusan yang Unggul, Cerdas dan Terpercaya menjadikan narkoba sebagai musuh bersama. Oleh karena itu UMSU akan mempertimbangkan kembali kepesertaan sebagai calon mahasiswa jika yang bersangkutan positif terpengaruh narkoba. Dengan demikian UMSU, kata Ribut Priadi, penerimaan mahasiswa baru tahun ini akan lebih selektif dan berkualita. Itu dibuktikan selain calon nahasiswa mengikuti tes urine, peserta juga harus melewati saringan administrasi, ujian tulis dan wawancara psikologi. Untuk tes urine sendiri, UMSU menggunakan alat tes laboratorium yang sudah teruji kualitas, keakuratan dan kecepatan. Dengan alat itu, status urine calon mahasiswa dapat diketahui dalam hitungan detik. Lalu, tim dokter pemeriksa melalui koordinator menyampaikan hasilnya kepada panitia Penmaru UMSU. Apakah urine berstatus positif atau negatif terpengaruh narkoba, tim pemeriksa terdiri dari ahli laboratorium dan dokter dari Fakultas Kedokteran UMSU tetap akan menyimpan urine-urine tersebut di satu lab.

Ribut Priadi mengatakan semoga calon mahasiswa/i yang antusias akan menimba ilmu di UMSU terbebas dari pengaruh jahat narkoba. Hal itu tentunya harus melewati tahapan pemeriksaan urine yang berlangsung sejak 1 Juni dan terus berjalan di Aula Kampus UMSU di Jalan Kapt Mukhtar Basri. Tata cara pemeriksaan, menurut Ribut Priadi, calon mahasiswa datang ke kampus UMSU dan menunjukkan kartu/surat tanda pendaftaran sebagai calon mahasiswa kepada petugas pemeriksa. Setelah surat diverifikasi dengan alat sensor kemudian calon mahasiswa didampingi petugas menuju toilet yang telah disterilkan di dalam satu ruangan sesuai jenis kelaminnya. Selanjutnya, sample urine diserahkan kepada petugas pendamping untuk diserahkan kepada tim dokter disaksikan calon mahasiswa pemilik urine. Tim dokter kemudian menyerahkan kembali surat tanda daftar sebagai calon mahasiswa tadi dengan bubuhan semacam stempel sebagai bukti telah melewati tes urine.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.