Al Baqiat Ash-Shalihat Dapat Mewujudkan Peradaban Islam Berkemajuan

Berbagai bentuk ketaatan baik wajib maupun sunnah pada Ramadhan ini harus sudah dipastikan dilaksanakan secara ridha yakni pasrah dengan penuh kemauan bukan atas dasar terpaksa. Dengan demikian  kita akan meraih amalan Ramadhan yang lebih baik atau kekal di mata Allah swt ( Al baqiat Ash-Shalihat). Pada bulan suci ini, Al Baqiat As-Shalihat terbuka lebar. Sebaliknya tidak akan berarti apa-apa kalau seseorang melaksanakan puasa tidak dengan ridha.

Demikian disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara periode 2005-2010 Prof Dr AY Matondang dalam pengajian Ramadhan 1437 Hijriah yang dilaksanakan setiap usai shalat Zuhur di Masjid Taqwa UMSU Jalan Kapt Muktar Basri Medan, kemarin, dengan mengangkat tema besar “Ramadhan Membangun Peradaban Islam Berkemajuan”. Guru besar UIN Sumut ini dalam tausiahnya di hadapan seratusan jamaah dan sivitas akademika UMSU sengaja mengusung judul “Tafsir Al Baqiat Ash-Shalihat yang terdapat dalam QS Al Kahfi ayat 46 untuk mempertegas dan mewujudkan  tema besar pengajian Ramadhan 1437 Hijriah. Setiap sesi pengajian diisi penceramah yang berbeda dengan judul beragam namun tetap bermuara pada mewujudkan tema besar.

Lulusan salah satu universitas mesir ini mengatakan dalam sebuah hadis nabi juga telah memerintahkan kepada kita umatnya untuk memperbanyak Al Baqiat As shalihat. Kemudian dalam hadis itu disebutkan sahabat bertanya apa-apa saja (Al  Baqiat As Shalihat)? Lalu, nabi menjawab yakni Subhanallah (tasbih), Walhamdulillah (tahmid), Wallailah haillallah (tahlil), Wallahu akbar (takbir), Walahaula Walaquawwata Illabillah (Alqolah). Prof Matondang mengatakan, di balik kelima hal yang terdapat pada hadis tersebut memiliki makna yang luas dalam kehidupan kita. Pemaknaan itu didapat setelah kita memaknai Alquran dan hadis terkait secara intrinsik dan ekstrinsik. Misalnya tasbih tidak hanya kita ucapkan berulang-ulang tetapi dituntut untuk mengamalkannya. Begitu juga empat hal lainnya sehingga kita meraih ketaatan yang dampaknya kepada kemaslahatan kita yang abadi sampai yaumil akhir. ” Awal kebaikan di dunia diharapkan kebaikan  di yaumil akhir juga diletakkan pada dunia ini,” katanya seraya menambahkan dengan Al Baqiat Ash Shalihat harapan Ramadhan dapat membangun peradaban Islam yang berkemajuan akan terwujud.

Pengajian ini juga diisi oleh Ketua PWM Sumut periode 2015-2020 Prof Dr Hasyimsyah Nasution, Guru besar UIN Sumut yang juga Wakil Ketua PWM Sumut Prof Nawir Yuslem, Drs Dalail Ahmad, MA, Dr Ali Imran Sinaga. Turut hadir pada kesempatan pengajian adalah Rektor Dr Agussani, MAP, para wakil rektor, sekretaris rektor Gunawan, M.Th, Kabiro Humas dan Protokoler Ribut Priadi, M.I.Kom serta para sivitas akademika UMSU. Setiap pengajian dipandu moderator dan ditutup dengan tanya jawab.***

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here