UMSU dan Kodim 0201/BS akhirnya mewujudkan kerjasama  lebih konkret  yang dituangkan dalam bentuk memorandum of understanding/MoU berlangsung di Aula Kampus Jalan Kapt.Mukhtar Basri, Selasa (20/12).

Rektor Dr Agussani, MAP dan Dandim 0201/BS Kolonel Inf Maulana Ridwan, M.Si secara formal menandatangani MoU tersebut, kemudian acara dilanjutkan dengan Kuliah Umum tentang Wawasan Kebangsaan yang diisi oleh Kolonel Inf Maulana Ridwan yang dihadiri ratusan mahasiswa dan sivitas akdemika UMSU.

Turut hadir Wakil Rektor I Dr Muhammad Arifin Gultom, Wakil Rektor II Akrim, M.Pd, Wakil Rektor III Rudianto, M.Si, Ketua Badan Pembina Harian UMSU Drs H Firdaus Naly, staf ahli rektor Prof Dr Ibrahim Gultom, M.Pd, Danramil Medan Kapt. Inf Pinta Purba serta Kasat Intel Kodim.

Rektor Dr Agussani mengatakan silaturahim UMSU dengan Kodim 0201 sudah terjalin cukup lama.  UMSU ingin kerjasama ini lebih strategis dan berdampak luas bagi masyarakat. Untuk itu MoU menyentuh Tridharma Perguruan Tinggi yang salah satunya diwujudkan dalam pengabdian kepada masyarakat.

Melihat begitu strategisnya kerjasama ini, rektor menegaskan MoU sebagai monumental untuk mewujudkan dan mengembangkan desa-desa binaan, di samping terus memberikan edukasi tentang wawasan kebangsaan kepada mahasiswa. Materi wawasan kebangsaan, lanjutnya, relevan dengan mata kuliah kewarganegaraan yang terus diberikan kepada mahasiswa UMSU. “Kita akan kolaborasikan keduanya agar mahasiswa memiliki jati diri dan rasa nasionalisme yang tinggi,” katanya.

Sementara itu, Dandim 0201/BS Kolonel Inf Maulana Ridwan dalam kuliah umumnya mengatakan, dia merasa terhormat diundang mengisi kuliah umum. Dan sambutan rektor serta sivitas akademika UMSU luar biasa. Sebagai kampus besar dan kebanggaan masyarakat Sumut, UMSU harus kita jaga bersama dari pengaruh narkoba dan aksi premanisme.

Dandim Kolonel Maulana menegaskan dengan penandatangan MoU, dirinya merasa bagian dari UMSU. Untuk itu siapa yang mencoba mengganggu suasana kondusif di kampus UMSU, maka akan berhadapan dengan Kodim.

Dandim mendukung rektor untuk mengeluarkan mahasiswa yang terpengaruh narkoba dan menyikat habis aksi premanisme di kampus.

Menurut Kolonel Maulana, pengaruh narkoba dan premanisme menjadi salah satu persoalan yang merusak  bangsa kita. Untuk itu mahasiswa harus terus mendapat wawasan kebangsaan secara kontiniu.

Situasi gonjang ganjing pada bangsa ini seperti politik, sosial,  budaya serta globalisasi sangat penting untuk dicermati.

Menurut Dandim, rektor UMSU yang menggandeng sejumlah elemen termasuk dengan Kodim, Polrestabes dan jajaran pemerintah sebagai langka strategis untuk sama-sama menangkal persoalan bangsa, di samping UMSU terus menggalakkan Tridharma PT.

Di sela kuliah umum, mantan Danton Yonif 100/PS ini membangkitkan rasa nasionalisme dengan memutar video “Ibu Pertiwi” kemudian diikuti ratusan peserta kuliah umum termasuk Rektor UMSU. (Trq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.