Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Prof Dr Muhajir Effendi meresmikan Pusat Laboratorium Computer Based Test (CBT) Center Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara di Gedung Pascasarjana Lt.6 Jalan Denai Medan,  Sabtu (8/1). Dengan peresmian laboratorium ini, maka FK UMSU mempunyai reputasi membanggakan karena dapat memperlancar pelaksanaan CBT dalam uji kompetensi nasional yang terpusat di kampus sendiri bagi mahasiswa maupun bagi lulusannya agar terstandar dan komprehensif untuk mewujudkan pelayanan kesehatan islami dapat dirasakan masyarakat.

Di sela menandatangani prasasti sekaligus meninjau ruang pusat laboratorium CBT selama 30 menit, Mendikbud didampingi Sekjen Dikbud Didik Suhardi, P.hD dan Dirjen  Pendidikan Dasar dan Menengah Hamid Muhammad, M.Sc., PhD mengatakan keberadaan laboratorium ini menjadi ciri-ciri keunggulan UMSU dibandingkan perguruan tinggi swasta lainnya.

“Saya kagum dengan laboratorium CBT ini sebagai salah satu ciri-ciri keunggulan UMSU,” kata Mendikbud yang saat ini juga didampingi Rektor UMSU Dr Agussani, MAP, Wakil Rektor I Dr Muhammad Arifin Gultom, Wakil Rektor II Akrim, M.Pd, Wakil Rektor III Rudianto, M.Si, Sekretaris Universitas Gunawan, M.Th, staf ahli rektor/FK Prof dr Gusbakti, Ketua Badan Pembina Harian H Drs H Firdaus Naly, Ketua PW Muhammadiyah Prof Dr Hasyimsyah Nasution serta Rektor Universitas Muhammadiyah Malang Drs Fauzan, M.Pd.

Menurut Mendikbud, saat ini perkembangan dan kemajuan UMSU luar biasa, apalagi telah memiliki Fakultas Kedokteran berbasis Islam satu-satunya tingkat PTS di Sumut yang berakteditasi B. Untuk itu, lanjutnya, tambahan sarana dan prasarana laboratorium yang disediakan dari hasil tata kelola universitas yang profesional ini harus dimanfaatkan dengan baik agar Perguruan Tinggi Muhammadiyah terbesar di Sumatera ini dapat mempelopori atau menjadi cikal bakal untuk mengembangkan pusat laboratorium berbasis komputer. Mendikbud kagum karena dengan  laboratorium CBT ini berarti  Fakultas Kedokteran UMSU dapat melaksanakan dan memperlancar pelaksanaan ujian kompetensi secara nasional di kampus sendiri yang berbasis CBT. Diharapkan UMSU juga dapat mempelopori sekolah laboratorium yang pada 2017 akan dibangun di seluruh Indonesia termasuk di Sumatera Utara. Sekolah laboratorium ini bagian dari program pendidikan advokasi yang sedang digalakkan untuk menciptakan lulusan yang siap kerja. Mendikbud berharap Muhammadiyah dan UMSU dapat memanfaatkan skema untuk mengembangkan sekolah laboratorium. Mendikbud mengatakan memang selama ini Muhammadiyah tidak berpangku tangan dengan pemerintah dalam mengembangkan pendidikan dan kesehatan, namun jika mendapat bantuan pemerintah hasilnya harus sepuluh kali lipat dari yang dibantu. “Misalnya kalau dibantu Rp3 miliar harus menghasilkan Rp30 miliar. Ini harus menjadi komitmen,” tegasnya.

Menurut Mendikbud,  meski dirinya telah menjabat 6 bulan sebagai Mendikbud belum ada membantu sekolah Muhammadiyah di Indonesia. “Tapi kalau sekolah lain ada dibantu.”
Pada aspek moral  hal itu cukup membanggakan begitu juga dari sisi keterpercayaan Muhammadiyah belum ada  tandingannya.

Rektor Dr Agussani, MAP di sela mendampingi Mendikbud mengatakan,  Fakultas Kedokteran selama ini mendapat kuota penerimaan mahasiswa baru yang terus meningkat sejalan dengan semakin tinggi tingkat kelulusan mahasiswa dalam uji kompetensi nasional atau UKMPPD atau rata-rata di atas 65 persen secara nasional. Untuk itu, lanjutnya, masih diperlukan pengembangan sarana dan prasarana perangkat komputer yang terakses secara nasional untuk memenuhi kebutuhan dan mendukung reputasi FK secara nasional.

Menurut Rektor Dr Agussani, setelah laboratorium diresmikan, UMSU akan memperluas pemanfaatan laboratorium CBT yang berjaringan nasional ini, tidak hanya untuk memperlancar mahasiswa meraih hasil uji kompetensi nasional melainkan bagi dokter lulusan baru untuk memperoleh persyaratan lain. Dengan lengkapnya peralatan yang ada, lanjut rektor, membuat alumni FK UMSU tidak lagi kesulitan untuk mengikuti uji kompetensi di kampusnya sendiri. Sementara sebelum acara peresmian pusat laboratorium CBT, Mendikbud mengisi kuliah umum di Aula Pascasarjana Lt. I dihadiri 200 unsur Pimpinan Wilayah, Daerah Muhammadiyah, Aisyiyah, ortom se-Sumut serta Badan Pembina Harian dan sivitas akademika UMSU. (Trq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here