Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menuju Perguruan Tinggi yang Go Internasional. Strategi itu dirintis dengan dibukanya Kantor Urusan Internasional (KUI) yang akan memasilitasi berbagai kegiatan kerjasama antara UMSU dengan Perguruan Tinggi dan Lembaga-lembaga Pendidikan Internasional.

Penegasan itu disampaikan Rektor UMSU Dr. Agussani MAP saat membuka Sosisialisasi dan Workshop Internasionalisasi Kampus UMSU di Gedung Pascasarjana, di Jalan Denai, Medan, Kamis (12/1).

Saat ini ada sebanyak 50 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang tergabung dalam Forum Kantor Urusan Internasional yang berkedudukan di Yoqjakarta. Ke-50 PTM itu saling melakukan koordinasi untuk menemukan peluang dan tantangan yang dihadapi.

Rektor UMSU Dr. Agussani MAP menegaskan bahwa persoalan internasionalisasi sudah merupakan keniscayaan yang harus dilakukan perguruan tinggi. Melalui kerjasama internasional diharapkan dapat mendorong peningkatkan kualitas UMSU kedepan.

Agussani berharap kerjasama UMSU dengan berbagai Perguruan Tinggi di luar negeri selama ini dapat ditingkatkan menjadi lebih program yang lebih konkrit. Posisi UMSU yang berada di Kota Medan dan sangat dekat dengan negara ASEAN lainnya, akan menjadi tantangan untuk menggalang kerjasama internasional, seperti melalui pertukaran

Workshop dan Sosialisasi Internasionalisasi Kampus UMSU menghadirkan Ketua Forum Kantor Urusan Internasionalisasi PTM se-Indonesia, Ida Puspita, yang juga dosen di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Ida Puspita mengapresiasi rencana UMSU yang bertekad menjadikan Kampus yang Go. Internasional. Sesuatu yang mustahil saat ini Perguruan Tinggi tidak melakukan kerjasama-kerjasama internasional, katanya.

Workshop dan Sosialisasi Internasionalisasi Kampus UMSU yang berlangsung sehari itu diikuti para Kepala Program Studi dari berbagai Fakultas di UMSU. (SH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here