Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara bersama Rektor UMSU mengunjungi The Halal Science Center Chulalangkorn University di Bangkok, Thailand. Kunjungan itu dilakukan untuk mengetahui lebih dekat dengan lembaga yang mengelola makanan dan industri halal di Thailand.

Ketua PW Muhammadiyah Sumut, Prof.Dr.Hasyimsyah Nasution, menjelaskan ituke pada wartawan di Medan, Kamis (6/4) sepulangnya dari Chulalangkorn University. Kata Hasyimsyah Muhammadiyah akan berkhidmat untuk menjadi salah satu lembaga yang menggeluti keilmuan dan teknologi makanan dan industry halal seperti yang dilakukan Chulalangkorn University.

Yang menarik bagi Pimpinan Muhammadiyah Sumatera Utara, Thailand dengan penduduk 66 juta jiwa dan hanya 3 juta( 4,6persen) bergama Islam mampu membangun sebuah lembaga ‘ halal center’ yang kredibel baik untuk riset maupun melindungi umat Islam dari makanan yang tidak terjamin kehalalannya.

The Halal Science Cente juga melakukan penelitian kehalalan untuk semua jenis industri termasuk kehalalan property. “Ini yang menarik. Sementara Indonesia sudah memiliki payung hukum yakn iUU No. 23 Tahun 2014 ternnyata belum optimal,” tegas Prof HasyimsyahNasution.

PW Muhammadiyah Sumut yang menyertakan 13 pengurusnya berkunjung ke Bangkok diterima dengan baik oleh Prof.Husin, Assisten Direktur The Halal Science Center (THSC) .

Ke-13 PW Muhammadiyah Sumut itu, Prof.Hasyimsyah Nasution, Prof.Nawir Yuslem, Prof. Ibrahim Gultom, Dr. Abdul Hakim Siagian, Dr. Muhammad Qorib, Drs. Hosen Hutagalung dan Drs Ihsan Rambe MA, Drs, Ibrahim Sakty Batubara MAP, Drs Mario Kasduri MA, Dr. Kamal BasriSiregar, IrwanSyahrputra MA, Abdul Mutholib MA, Dr.Agussani MAP

Asisten Direktur THSC Chulalangkorn University, Prof.Husin menjelaskan secara luas berdirinya institusi THSC hingga kini menjadi pusat studi yang termasyhur di dunia.The Halal Science Center mulai dikembangkan pada 1994 dan kemudian menjadil embah riset resmi di Chulalangkorn University padatahun 2004

Rektor UMSU Agussani yang juga bendahara PW Muhammadiyah Sumut menegaskan bahwa UMSU siap untuk   melakukan kerjasama dengan Chulalangkorn University untuk mengembangkan konsep yang sama di Sumatera Utara.“ Kami akan terus pelajari dan melakukan penjajakan untuk segera dilakukan kerjasama. UMSU serius di sini, “ jelas Dr.Agussani MAP kepada wartawan.

Winai Dahlan

Kemajuan pesat The Halal Science Center tidak bisa lepas dari peran Winai Dahlan, cucu pendiri Muhammadiyah, KH A. Dahlan, yang sudah menjadi warga negara Thailand. Winai Dahlan menjadi salah satu putra Thailand berdarah Indonesia yang mendapat bintang tertinggi“ Dusdee Mala Medal” , medali tertinggi dari Raja Thailand atas prestasi keilmuannya.

Orangtua Winai Dahlan sudah berdiam di Bangkok sejak Tahun 1930. Winai besar di Thailand, dan menempuh pendidikan yang baik. Bahkan, dia kemudian mendapat gelar doktor di bidang Biologi Medikal Terapan dari Universite Libre de Bruxxelles, Belgia dengan predikat magna cum laude.

The Halal Science Center mendapat dukungan pernuh dari universitas dan Kerajaan Thailand Pusat ini merupakan salah satu badan penelitian pertama di dunia dengan spesialisasi bidang sains halal food. Awal tujuan pendiriannya adalah untuk membantu Komite Islam Thailand dalam melaksanakan misinya, terutama   sebagai Halal Certification Agency.

Dalam peran internasional, The Halal Science Center membangun jaringan dan kerjasama dengan laboratorium sains halal lain di dunia untuk kepentingan umat dan ilmu pengetahuan. Selain itu, lembaga ini berperan aktif memimpin Working Group on Halal Products and Services (HAPAS) dalam kerangka Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here