Pangdam I/BB Mayjen TNI Cucu Sumantri mengajak mahasiswa baru UMSU melakukan bela negara karena dia yakin calon pemimpin bangsa banyak yang kuliah di Perguruan Tinggi Muhammadiyah ini.

“Saya menaruh harapan kepada calon mahasiswa baru UMSU bakal menjadi generasi muda pemimpin bangsa ke depan, maka saya mengajak dari sekarang untuk hijrah dan melakukan bela negara sebagai modal untuk mengelola Indonesia,” kata Pangdam dalam ceramah wawasan kebangsaan di hadapan 3.000 mahasiswa baru sekaligus membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru tahun 2017/2018 di Kampus Jalan Kapt. Mukhtar Basri Medan,Senin (4/9). PKKMB dilaksanakan 4-5 September dilanjutkan dengan kegiatan Masa Taaruf (Masta) 6-8 September.

Mantan dosen Lemhanas ini menegaskan, ke depan Indonesia hanya bisa dipimpin oleh generasi muda yang memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, berfikir kritis dan komprehensif serta berwawasan kebangsaan yang tinggi. Generasi muda harus memiliki SDM agar mampu bersaing dengan negara lain, sedangkan wawasan kebangsaan merupakan pengamalan yang baik tentang Pancasila, Kebhinekaan dan NKRI sehingga dua  hal tersebut perlu diberikan kepada calon mahasiswa.

“Saya yakin pada UMSU dapat mencetak mahasiswa baru ini menjadi lulusan yang mampu bersaing dan memiliki wawasan kebangsaan untuk meningkatkan kualitas eksistensi negara,” katanya.

Menurut Pangdam, pertumbuhan penduduk dunia 2011-2017 bertambah 1 miliar dan sekarang mencapai 8 miliar berdampak pada semakin berkurangnya energi dan pangan. Sementara diperkirakan energi fosil akan habis pada 2045 dan ancaman terjadi migrasi ratusan jutaan orang bertepatan dengan masuknya Indonesia Emas.

Pangdam menegaskan krisis SDA dan migrasi manusia dunia pada 2045 harus dijawab oleh generasi milenial yang rajin belajar, kreatif dan inovatif serta berwawasan kebangsaan yang tinggi. Belum lagi tantangan Indonesia yang berada di garis ekuator akan diperebutkan oleh negara-negara di dunia karena memiliki energi,  pangan, mineral serta cadangan sumber daya alam berbasis hayati yang banyak. Pangdam mengingatkan berbagai upaya negara lain untuk menghancurkan republik ini untuk menguasai energi, pangan dan mineral dengan merusak generasi muda Indonesia dengan narkoba, menyebarkan paham-paham radikal dan adu domba melalui media sosial.

Pangdam menggambarkan konflik, peperangan dan maraknya pengungsi yang terjadi di belahan dunia saat ini, semua atas nama kepentingan energi, pangan dan mineral sebagai efek dari padatnya  jumlah penduduk dunia. Satu negara ingin mengusai SDA negara lain. Konflik dikemas dengan nama agama, sektarianisme dan termasuk ISIS. Misalnya perang di Libya, Syiria, Irak bahkan di Myanmar terjadi krisis kemanusiaan yang dialami etnis Rohingya. “Kita tidak mau Indonesia hancur, maka kita menaruh harapan pada adik-adik mahasiswa yang kuliah di UMSU,” ujarnya.

Selama satu jam Pangdam berbicara di hadapan mahasiswa baru, memberikan apresiasi kepada Rektor UMSU Dr Agussani yang memasukkan materi wawasan kebangsaan dalam PKKMB. UMSU telah mengantisipasi  tantangan yang  bakal dihadapi para generasi muda calon pemimpin bangsa untuk merebut peluang dalam persaingan global.

Pada PKKMB, Pangdam menitipkan harapan kepada lulusan  UMSU untuk melanjutkan estafet kepemimpinan nasional.

Rektor UMSU Dr Agussani, MAP dalam sambutannya mengatakan pelaksanaan PKKMB ini menjadi tanggung jawab pimpinan universitas dan dilaksanakan  sesuai dengan instruksi Kemeristek Dikti dan wajib diikuti oleh calon mahasiswa agar mahasiswa mengenal kehidupan kampus. Sedari awal pimpinan universitas menyatakan komitmennya untuk memberikan bekal SDM dan wawasan kebangsaan kepada setiap mahasiswa baru.

Rektor Dr Agussani menegaskan, UMSU bersama Polri dan TNI sudah lama melakukan perang secara masif terhadap narkoba sehingga kampus dapat terbebas dari praktik haram yang dapat merusak generasi muda. Upaya lain, lanjut rektor, UMSU menolak puluhan  pendaftar calon mahasiswa yang positif terindikasi narkoba melalui tes urine. Rektor menyatakan PKKM ini diikuti mahasiswa baru lintas nusantara dan internasional seperti Papua, Aceh, Jambi, Jakarta, Palembang, Qatar, Malaysia serta Thailand. Melalui Kantor Urusan Internasional (KUI) UMSU menghadirkan dokter dari Belanda.

Pada PKKMB ini, rektor didampingi wakil rektor dan Pangdam menyematkan jas almamater UMSU kepada calon mahasiswa sebagai tanda mereka resmi menjadi mahasiswa. Selain itu, Pangdam memberikan cenderamata kepada Juwita Niza Wasni mahasiswa Fakultas Ekonomi UMSU yang juga atlit wushu meraih emas di ajang SEA Games di Malaysia. Kemudian dimeriahkan oleh tampilan tari kolosal dari UKM Seni dan Tari UMSU  yang telah mendunia.

Turut hadir pada acara ini antara lain WR I Dr Muhammad Arifin Gultom, WR II Akrim, M.Pd, WR III Dr Rudianto, M.Si yang juga Ketua Panitia PKKMB dan Masta klosal, Ketua PW Muhammadiyah Sumut Prof Dr Hasyimsyah Nasution, unsur BPH.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.