????????????????????????????????????

Puluhan mahasiswa Pendidikan Kader Ulama Majlis Ulama Indonesia Sumatera Utara (PKU MUI Sumut) mengunjungi Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (OIF UMSU) di

????????????????????????????????????

Lantai 7 Gedung Pascasarjana UMSU, Jalan Denai 217 Medan, Rabu (18/10/2017), dalam rangka memperluas cakrawala dan wawasan keilmuan, khususnya terkait ilmu falak.

Ikut dalam rombongan Kepala Seksi Hisab-Rukyat Direktorat Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag RI H Ismail Fahmi S.Ag, dan Wakil Ketua MUI Sumut Dr H Arso SH SAg Mag.

Dalam kegiatan ini, Direktur OIF UMSU Dr Arwin Juli Rakhmadi Butar-butar MA dan sejumlah staf langsung menyambut dan mendampingi rombongan meninjau sejumlah fasilitas yang dimiliki OIF UMSU.

Di sela-sela kunjungan ini, Ismail Fahmi mengungkapkan apresiasinya terhadap keberadaan OIF UMSU. “Terus terang saya merasa bangga, takjub dan bahagia berkesempatan mengunjungi OIF UMSU. Ini merupakan bukti bangkitnya giat falak di Indonesia, dan alhamdulillah UMSU sudah membuktikannya. Dan apa yang dilakukan oleh UMSU dengan mendirikan OIF ini sudah sangat tepat, karena memang basis dari observatorium itu memang universitas, ” tuturnya.

Ke depan, Ismail berharap OIF UMSU bisa terus berkembang dan memiliki satu kawasan khusus. Ia mengatakan, idealnya observatorium itu terletak di daerah-daerah yang memiliki posisi strategis, sedangkan yang berada di kota itu lazimnya yang cocok dikembangkan adalah ‘Planetorium’. “Tapi untuk langkah awal ini cukup bagus, nanti ke depan bisa dirancang pengembangkan observatorium di daerah secara lebih representatif,” ujarnya.

Ismail juga memebeberkan, bahwa untuk saat ini pihaknya (Kemenag RI) sedang giat mengembangkan beberapa observatorium dan planetorium di sejumlah daerah di Indonesia, seperti di Aceh, Pelabuhan Ratu dan di Kupang untuk Indonesia bagian Timur. “LAPAN pun sekarang sedang mengerjakan proyek besar untuk obsarvatorium, dan Ketua LAPAN sudah berkomitmen bekerjasama dengan kita untuk memanfaatkan fasilitas itu,” kata Ismail.

Terkait dengan adanya ‘perbedaan’ yang selama ini berkembang terkait metode penghitungan hisab dan rukyat, Ismail berharap ini akan menjadi pendorong bagi seluruh komponen masyarakat, terutama kalangan ulama dan Perguruan Tinggi untuk menggiatkan Ilmu Astronomi atau Ilmu Falak.

Sementara itu, Dr H Arso SH SAg Mag yang juga menjadi dosen pengajar mata kuliah Ilmu Falak di PKU MUI Sumut mengatakan, bahwa Program Pemdidikan Kader Ulama yang diselenggarakan oleh MUI Sumut merupakan sebuah ikhtiar yang awalnya muncul karena keprihatinan kita terkait krisis ulama yang terjadi di daerah Sumut. “Mahasiswa-mahasiswa yang kita bina dalam program ini kita rekrut dari seluruh daerah kabupaten/kota di Sumut, baik itu di wilayah yang mayoritas Islam ataupun minoritas. Dan sekarang program ini sudah berjalan 4 tahun,” ujarnya.

Untuk bisa menjadi mahasiswa PKU MUI Sumut, Asro mejelaskan bahwa persyarannya standar, seperti bisa berbahasa Arab dan bica baca Kitab Kuning. Selain itu, Semua yang menjadi mahasiswa di PKU MUI Sumut tinggal di asrama, dan biayanya 100 persen ditanggung pihak MUI bekerjasama dengan donatur , seperti Bank Muamalat. “Jadi tugas mereka siang malam adalah fokus belajar, sehingga dalam rentang waktu 3 tahun bisa menuntaskan studi dengan titel Ahli Madia, dan sudah bisa kita proyeksikan sebagai calon ulama di daerah masing-masing,” kata Yusro.

Terkait kunjungan ke OIF UMSU, Asro mengatakan, bahwa selama ini salahsatu mata kuliah yang dipelajari di PKU MUI Sumut adalah Ilmu Falak. Namun, dikarenakan PKU MUI Sumut belum memiliki semacam laboratorium, maka selama ini Ilmu Falak yang diajarkan hanya sebatas teoritis. “Itulah alasan kita membawa para mahasiswa ke sini (OIF UMSU), yakni untuk menambah wawasan mereeka terkait Ilmu Falak,” tuturnya.

Lebih lanjut, Asro yang dipercaya sebagai dosen pengasuh mata kuliah Ilmu Falak ini mengungkapkan, bahwa dia sengaja membawa mahasiswanya ke OIF UMSU dengan tujuan khusus, yakni untuk menjelaskan tentang pentingnya keberadaan Ilmu Astronomi atau Ilmu Falak bagi ummat Islam. “Dengan semua fasilitas yang dimiliki OIF UMSU ini saya harapkan anak didik saya yang merupakan kader ulama akan menyadari bahwa Ilmu Astronomi itu merupakan bagian dari Ilmu Islam yang penting dikuasai dan dikembangkan oleh ummat Islam sendiri, karena ilmu ini terkait dengan persoalan ibadah, misalnya tentang penentuan arah kiblat, jadwal waktu shalat, penanggalan dan sebagainya,” jelas Asro.

Ia juga menyampaikan apresiasinya terhadap keberadaan OIF UMSU. “OIF UMSU adalah simbol kebangkitan dan kemajuan ummat Islam. Dengan keberadaan OIF ini UMSU telah berkontribusi membangun peradaban dan insya Allah akan terus memberi manfaat bagi kemaslahatan ummat dan bangsa,” pungkasnya.