Raih Kekuasan Agar Bisa Melawan Kemungkaran | Rektor UMSU Berikan Pencerahan di Aisyiyah Kotamatsum
Ditulis oleh ICT UMSU    Kamis, 21 Januari 2010 18:00    PDF  Array Cetak Array  E-mail
Tugas utama umat Islam adalah ‘Ta’muruna bil ma’ruf, wa tanhauna anil munkar’ artinya menyuruh berbuat baik dan menentang perbuatan mungkar. Untuk menyuruh berbuat baik itu mungkin tidak terlalu susah, tapi melarang orang berbuat mungkar itu sulit dilakukan tanpa kita memegang kekuasaan. Maka dari itu kekuasaan harus dapat kita raih melalui dukungan bersama.

Demikian ditegaskan Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) yang juga Calon Walikota Medan periode 2010-2015, H. Bahdin Nur Tanjung, SE MM dalam kata pencerahannya pada acara pengajian dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1431 H diselenggarakan oleh Pengurus Ranting Aisyiyah Laksana, Rabu (08/01) malam di Jl. Amaliun simpang Jl. Laksana Kelurahan Kotamatsum IV Kecamatan Medan Area dihadiri anggota Aisyiyah dari 5 Ranting yakni Ranting Utama, Ranting Halat, Ranting Amaliun, Ranting Puri dan Ranting Laksana sendiri.

Tampak hadir Ketua Pengurus Ranting Aisyiyah Laksana, Hj. Yanti, Wakil Ketua Pengurus Cabang Aisyiyah Kotamatsum Nunik merangkap Ketua panitia kegiatan, Sekretaris PC Aisyiyah Kotamatsum Eva Lina S.Ag, H. Zulhamuddin, SH MAP dan drg. H. Lilik selaku tokoh masyarakat setempat, Ketua Cabang Aisyiyah Pasar Merah Marten Yerni, Al-Ustadz H. Yoesrizal selaku penceramah pada pengajian tersebut dan undangan lainnya.

Selanjutnya Bahdin menyebutkan, agar bisa berada di jajaran terdepan bangsa Indonesia, umat Islam harus memperkuat jalinan silaturahmi dengan mengukuhkan empat pilarnya yakni ‘Ta’aruf’ artinya saling kenal-mengenal, ‘Tafahum’ artinya saling memahami/memaklumi, ‘Ta’awun’ artinya saling tolong-menolong dan ‘Takaful’ artinya saling menjamin dan mendukung karena percaya. Ke empat pilar silaturahmi ini menurutnya sangat lemah dilakukan umat Islam saat ini.

Sebelumnya Bahdin mengatakan, dalam memasuki Tahun Baru 1431 Hijriyah ini, kita selaku umat Islam harus optimis menyongsong hari depan dan bertekad agar tahun ini lebih baik dari tahun kemarin sesuai sabda Rasulullah Saw bahwa barang siapa yang kondisinya hari ini lebih baik dari kemarin adalah orang yang beruntung sebab diberkahi Allah SWT, barang siapa kondisinya hari ini sama dengan kemarin adalah orang yang merugi dan ironisnya barang siapa yang kondisinya hari ini lebih buruk dari kemarin adalah orang yang celaka sebab dilaknat oleh Allah SWT.

Dalam kesempatan itu Bahdin yang ibunya seorang anggota Aisyiyah dan berprofesi sebagai muballigh wanita itu menyatakan dirinya berniat maju menuju Medan 1 untuk menciptakan Kota Medan yang “Baldatun thayyibatun wa Rabbun ghafur” (Negeri/kota sejahtera yang diridhai Allah SWT) dan menghilangkan hal-hal negatif seperti terabaikannya pelayanan kesehatan, merosotnya perekonomian dan terlantarnya pendidikan warga kota. Hal ini sesuai dengan visi-misi Gubsu H. Syamsul Arifin agar rakyat tidak lapar, tidak sakit, tidak bodoh dan punya masa depan.

“Insya Allah jika atas kehendak dan izin-Nya saya berhasil memimpin Kota Medan maka saya berupaya membangun pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Untuk tahap awal, APBD Kota Medan segera dialokasikan untuk penuntasan masalah kesehatan, pendidikan dan perekonomian masyarakat, bukan untuk pembangunan fisik yang tidak atau kurang bermanfaat”, ucap Bahdin.

Mengakhiri kata pencerahannya, Bahdin yang rencananya akan berpasangan dengan seorang birokrat yang sejalan dan sefaham dengannya selaku wakilnya mohon doa, dukungan, saran serta kerjasama dari seluruh warga Aisyiyah untuk memilih dan memenangkannya pada hari “H” pemilihan Walikota Medan periode 2010-2015 yang akan digelar tidak lama lagi.