| FK-UMSU Selenggarakan Seminar dan Workshop Sirkumsisi | ||||
|
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FK-UMSU) melalui Badan Eksekutif Mahasiswa Divisi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Kamis (21/01) pagi menyelenggarakan Seminar dan Workshop Sirkumsisi berthema “Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa Fakultas Kedokteran UMSU dalam Sirkumsisi”.Seminar dilaksanakan di Auditorium Kampus Terpadu UMSU Jl. Kapten Mukhtar Basri No. 3 Medan dengan pembicara/narasumber Dr. Syahmirsya Warli, SpU dari Divisi Urologi Departemen Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU)/RSU Haji Adam Malik Medan. Hadir pada kegiatan seminar tersebut Dekan FK-UMSU dr. Ade Taufiq, SpOG, Koordinator Bidang Kemahasiswaan FK-UMSU dr. Hendra Sutisna yang juga bertindak sebagai moderator seminar, Ketua panitia seminar Ade Arafah Nasution, Ketua BEM FK-UMSU Armu Rozi Syafrizal, Ketua Badan Aspirasi Mahasiswa FK-UMSU Triaspiko Tenggara, Sekjen MPM UMSU Tengku Syahputra Kemal, BEM FK-USU dan UISU serta undangan lainnya. Dekan FK-UMSU dr. Ade Taufiq, SpOG dalam kata sambutannya mengucapkan salut dan terima kasih kepada BEM FK-UMSU yang baru terbentuk sudah mampu menyelenggarakan seminar ini yang merupakan kegiatan pertama. Dikatakannya, aktivitas mahasiswa FK-UMSU tidak hanya sebatas mengikuti mata kuliah, tetapi juga menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan ilmu kedokteran dan kesehatan. Menurut Ade Taufiq, dalam waktu dekat FK-UMSU akan menandatangani MoU dengan FK-USU dalam kerjasama kegiatan-kegiatan dalam upaya menambah pengetahuan dan keterampilan mahasiswa ke dua universitas dalam bidang ilmu kedokteran dalam upaya melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi tinggi dalam bidangnya. Ditambahkannya, keterampilan melakukan sirkumisi (khitan) ini tidak ada diajarkan dalam mata kuliah melainkan diperoleh dari kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan oleh komponen BEM seperti saat mengadakan khitanan massal sebagai wujud dari kepedulian sosial kepada masyarakat yang kurang mampu. Sementara itu dr. Syahmirsya Warli, SpU dalam paparannya mengungkapkan bahwa keterampilan melakukan sirkumisi (khitan) yang dia miliki diperoleh dari para kakak mahasiswanya terutama yang telah menjadi dokter, demikian hal itu berlangsung secara berantai. Disebutkannya, definisi sirkumsisi (khitan) adalah tindakan pembuangan/pemotongan sebagian atau seluruh kulup (prepusium) penis dengan tujuan tertentu. Dalam sejarah, kata dr. Syahmirsa, Nabi Ibrahim a.s. dikhitan saat berusia 99 tahun, Nabi Ismail pada usia13 tahun, bangsa Mesir kuno pada 4.000 tahun sebelum Masehi menjadikan sirkumsisi sebagai tradisi dan 2.400 tahun sebelum Masehi pada makam Ankhmahor (salah seorang Fir’aun, Raja Mesir) terdapat ilustrasi tentang khitan. Juga bangsa Yahudi melaksanakan tradisi sirkumisi, dimana Yesus (Nabi Isa a.s.) disebutkan dikhitan saat berusia 8 hari. Nabi Muhammad Saw sendiri dikhitan mengikuti sunnah Nabi Ibrahim a.s. Pada kesempatan tersebut diputar video mengenai pelaksanaan khitan yang dilakukan oleh dr. Syahmirsya Warli, SpU sendiri yakni secara konvensional menurut ilmu kedokteran sebagai petunjuk sebelum melakukan workshop (praktek) khitan terhadap dua bocah lelaki yang dilaksanakan usai istirahat dan sholat Zuhur bertempat di lokasi yang sama oleh mahasiswa/i FK-UMSU dipandu oleh dr. Syahmirsya Warli, SpU |
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FK-UMSU) melalui Badan Eksekutif Mahasiswa Divisi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Kamis (21/01) pagi menyelenggarakan Seminar dan Workshop Sirkumsisi berthema “Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa Fakultas Kedokteran UMSU dalam Sirkumsisi”.










