British Council Indonesia Bersama UMSU Selenggarakan Workshop Bahasa Inggris
Ditulis oleh ICT UMSU    Selasa, 09 Februari 2010 17:10    PDF  Array Cetak Array  E-mail

Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional sebenarnya bukan merupakan bahasa yang sulit, namun mungkin karena program pembelajarannya yang salah membuat bahasa ini masih belum dapat dikuasai dan belum begitu akrab atau membudaya dalam kehidupan kita sehari-hari. Padahal dunia komunikasi, informasi, ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang dan mengglobal saat ini pada umumnya menggunakan bahasa Inggris.

Hal itu diutarakan Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), H Bahdin Nur Tanjung SE MM dalam kata bimbingan dan arahannya pada upacara pembukaan kegiatan Access English Workshop diselenggarakan British Council Indonesia bersama UMSU bertempat di Auditorium Kampus Terpadu UMSU Jl Kapten Mukhtar Basri No 3 Medan, Selasa (09/02) pagi.

Hadir pada kesempatan itu narasumber British Council Indonesia dari Jakarta, Faye Scarlet, Wakil Rektor I UMSU Drs H Armansyah MM, Wakil Rektor II H Suhrawardi K Lubis SH SpN MH, para Dekan di lingkungan UMSU, Ka Biro Humas UMSU Anwar Bakti dan Kepala Biro lainnya serta para peserta workshop yakni Dosen Bahasa Inggris UMSU dan para Guru Bahasa Inggris SMP/SMA/SMK khususnya dari Perguruan Muhammadiyah se-Kota Medan.

“Saya menyambut baik kesediaan British Council Indonesia memberikan pelatihan kepada para dosen/tenaga pengajar Bahasa Inggris berkaitan dengan sistem pengajaran menggunakan metode yang mudah dimengerti sehingga mahasiswa UMSU dan para pelajar SMP/SMA/SMK ke depannya menjadi akrab dengan bahasa ini dan dapat memanfaatkannya dalam meningkatkan ilmu pengetahuan”, ujar Bahdin sembari minta kepada para peserta agar mengikutinya dengan serius.

Usai memberikan bimbingan dan arahannya Rektor UMSU secara resmi membuka kegiatan workshop tersebut. Sebelumnya Wakil Rektor I UMSU Drs H Armansyah MM selaku Ketua Panitia Penyelenggara melaporkan bahwa seyogianya kegiatan ini digelar tanggal 26/01 yang lalu, namun karena kesulitan mensosialisasikannya maka acara ini ditunda dan baru hari ini dapat diselenggarakan.

Dikatakan Arman, Bahasa Inggris sangat dituntut khususnya di dunia akademik berhubung banyak buku-buku ilmu pengetahuan dikarang dalam bahasa ini. Namun banyak mahasiswa Perguruan Tinggi masih belum menguasainya dan bahkan entah apa sebabnya Bahasa Inggris menjadi momok yang menakutkan pula bagi mereka.

Ditambahkannya, selama ini UMSU sudah berupaya menggalakkan Bahasa Inggris melalui berbagai kegiatan, namun belum juga menunjukkan hasil yang memuaskan. Oleh sebab itu pihaknya menilai program kerjasama yang ditawarkan oleh British Council Indonesia sangat menarik dan diyakini dapat meningkatkan kualitas para Dosen Bahasa Inggris UMSU.

Untuk itu, kata Arman, sebagai follow-upnya, UMSU ke depan akan menjadikan program wokshop Bahasa Inggris sebagai kegiatan luar perkuliahan tetapi masih tergolong dalam intrakurikulum dan bukan ekstrakurikulum, hanya saja tidak dibebani dengan SKS.

Selain itu, sebut Arman, tepat sekali diadakan workshop ini berhubung dalam waktu dekat UMSU akan menyelenggarakan Try-Out Ujian Nasional (UN) secara gratis ke seluruh SMA di Kota Medan yang sudah dilakukan UMSU sejak 6 tahun lalu.  Tentunya workshop ini akan bermanfaat bagi Guru Bahasa Inggris SMA dalam membekali siswanya menghadapi Try-Out UN dimana Bahasa Inggris termasuk mata pelajaran yang diujikan.

Penyelenggaraan workshop tersebut berlangsung hingga tengah hari dengan agenda kegiatan antara lain presentasi oleh Faye Scarlet dilanjutkan dengan diskusi kelompok antar peserta dan diakhiri dengan evaluasi yang diharapkan dapat menjadi masukan yang bermanfaat sebagai oleh-oleh dari kegiatan ini.