Pasangan Bahdin-Kasim Diterima MUI Kota Medan
Ditulis oleh ICT UMSU    Senin, 01 Maret 2010 16:59    PDF  Array Cetak Array  E-mail
Calon Walikota Medan Periode 2010-2015, H Bahdin Nur Tanjung, SE MM dan pasangannya Calon Wakil Walikota Drs H Kasim Siyo, M.Si bersama rombongan, Senin (01/03) pagi mengadakan kunjungan silaturrahim kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan di Kantor MUI Medan Jl Amaliun/Jl Nusantara Medan.

Kedatangan pasangan Bahdin-Kasim (BK) disambut oleh Ketua MUI Kota Medan, Prof Dr H Mhd Hatta, MA didampingi Sekretaris Hasan Maksum dan jajaran MUI Kota Medan terdiri dari Zulfikar Hajar, Pagar Hasibuan, Abdul Rahim, Hasyim Syahid, Zainul Fuad, Syafii Susanto, Mahyiddi Masyi dan ulama Kota Medan lainnya.

Ketua MUI Kota Medan, Prof Dr H Mhd Hatta, MA dalam sambutannya mengharapkan agar pasangan Bahdin-Kasim dapat memperjuangkan aspirasi para ulama dan dapat menyelamatkan moral masyarakat kita yang kondisinya sudah kritis, dimana kemaksiatan semakin merajalela. Bahkan disebutkan lebih jauh, keberadaan ummat Islam di Kota Medan dewasa ini seakan sudah tak diperhitungkan lagi.

Hatta mengemukakan contoh seputar masalah ternak babi yang sudah bebas berkeliaran di sekitar pemukiman ummat Muslim, padahal binatang itu sangat diharamkan dalam syariat Islam. Begitu juga makanan yang terbuat dari daging babi ramai dijual di dekat pemukiman ummat Muslim sehingga bukan lagi merupakan pemandangan yang aneh di Kota Medan saat ini.

Terkait Pilkada Kota Medan 2010, menurut Hatta, sekalipun MUI sebenarnya bersikap independen, namun MUI telah berketetapan hati dalam menentukan sikap yakni bertekad untuk memenangkan pasangan Islam-Islam artinya pasangan seaqidah dalam rangka mewujudkan “Baldatun thayyibatun wa Rabbun ghafur” dan itu sudah merupakan harga mati bagi MUI Kota Medan, sekaligus merupakan perjuangan “Izzul Islam wal Muslimin”.

Selain itu ditegaskan Hatta bahwa MUI mengharamkan terjadinya “money politic” dalam proses kampanye Pilkada dan tidak membenarkan saling hujat di antara para calon atau melakukan “black campaign” yang cenderung menebar fitnah yang belum tentu benar, menjelek-jelekkan orang lain demi menaikkan pamornya. Kampanye yang diinginkan MUI adalah kampanye damai dan simpatik dengan kepiawaian para calon menerangkan visi-misinya sehingga masyarakat siap mendukungnya.

Dalam kesempatan itu Mhd Hatta juga mengatakan bahwa MUI Kota Medan memuji langkah-langkah sosialisasi dan silaturrahim yang dilakukan Bahdin ke berbagai pihak dalam rangka menghimpun dukungan untuk kemenangan dalam Pilkada Kota Medan seperti melaksanakan Khutbah Jumat di berbagai Mesjid dan ceramah/tausiyah yang mencerahkan keimanan ummat yang semuanya itu merupakan hal yang baik dan positif.

Sementara itu H Bahdin Nur Tanjung, SE MM yang kapasitasnya juga sebagai Penasehat MUI mengatakan bertekad akan membangun Medan menjadi Kota Metropolitan yang Madani seperti yang diinginkan para ulama. “Kami siap memperjuangkan aspirasi para ulama”, tegas Bahdin sembari mengatakan bertekad tidak menjadi pemimpin korup, melainkan pemimpin yang ramah dan melindungi rakyat, memajukan dunia pendidikan serta melayani kesehatan masyarakat.

Sehubungan dengan itu Bahdin mengharapkan MUI dapat mengarahkan ummat Islam agar tidak bingung dan mengambang dalam menentukan sikap politiknya, sebab banyak anggota masyarakat masih alergi dengan politik sehingga beranggapan siapapun nanti yang menjadi Walikota sama saja.

Dalam kunjungan silaturrahim kepada MUI Kota Medan tersebut, turut dalam rombongan pasangan Bahdin-Kasim antara lain H Firdaus Naly, Effendi Pakpahan, Mukhtar Aritonang, Uchwatul Akhyar, Anwar Bakti, R Kusnadi, Rafdinal dan lainnya.