BK Komit Perjuangkan Kesejahteraan Guru Madrasah Al-Washliyah
Ditulis oleh ICT UMSU    Kamis, 04 Maret 2010 20:20    PDF  Array Cetak Array  E-mail

Calon Walikota Medan periode 2010-2015, H Bahdin Nur Tanjung, SE MM, Rabu (03/03) malam melakukan kunjungan silaturrahim kepada Pengurus Kelompok Kerja Diniyah Takmiliyah (KKDT) diterima oleh pimpinannya Hari Baron dan Ketua Alwasliyah Kota Medan H. Yulizar P Lubis beserta jajarannya bertempat di Kompleks Madrasah Al-Washliyah Jl Mistar (Jl Ayahanda) Medan. KKDT ini adalah perhimpunan Guru-guru Madrasah Al-Washliyah dari tiap-tiap kecamatan se-Kota Medan dan merupakan mitra kerja Departemen Agama (Depag).

 

Hari Baron menjelaskan kepada Bahdin bahwa sejarah lahirnya KKDT ini yang didirikan tahun 2008 lalu berangkat dari rasa keprihatinan terhadap nasib para Guru Madrasah Al-Washliyah di Kota Medan. Sebanyak 2.500 orang Guru Madrasah Al-Washliyah yang bergabung dalam KKDT hidupnya sangat prihatin dengan penghasilan hanya Rp 150.000,- sampai Rp 200.000,- per-bulan.

“Padahal guru-guru madrasah merupakan ujung tombak dalam pembinaan agama dan moral generasi muda ummat Islam. Dengan penghasilan sangat minim dan jauh dari kelayakan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup,  tentunya dipastikan mereka tidak dapat bekerja menjalankan tugasnya secara maksimal”, ujar Hari Baron.

Melalui forum silaturrahim tersebut Hari Baron menantang H Bahdin Nur Tanjung agar mengupayakan peningkatan penghasilan para Guru Madrasah Al-Washliyah di Kota Medan sembari mengatakan KKDT siap mendukung Bahdin menjadi Walikota jika mau membuat kontrak politik untuk komit memperjuangkan hal tersebut.

“Kalau kontrak politik tersebut ditandatangani, KKDT tidak akan berpangku tangan dan segera menyusun Tim Sukses untuk pemenangan H Bahdin Nur Tanjung di tiap-tiap kecamatan di Kota Medan ini dan insya Allah minimal bisa memberikan dukungan 5.000 suara”, tegasnya.

Sementara itu H Bahdin Nur Tanjung, SE MM yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mengatakan sangat memahami kehidupan seorang Guru Madrasah sebab dia juga dulu pernah menjalani profesi itu di Madrasah Muhammadiyah. Disebutkannya, Calon Wakil Walikota yang menjadi pasangannya, Drs H Kasim Siyo, M.Si juga sangat komit dengan pendidikan agama dan beliau juga sudah lama mengasuh sebuah Madrasah.

Mengenai penghasilan yang diperoleh para Guru Madrasah Al-Washliyah itu dia merasa sangat prihatin, sebab diakuinya dengan penghasilan sangat minim dan jauh dari standar minimal kebutuhan hidup saat ini tentunya tidak bisa diharapkan para guru tersebut dapat bekerja dengan tenang.

Bahdin menyatakan siap menandatangani kontrak politik dengan 2.500 Guru Madrasah Al-Washliyah di Kota Medan, dan jika pasangan Bahdin-Kasim (BK) terpilih menjadi pemimpin akan komit memperjuangkan kesejahteraan mereka agar lebih baik dari sekarang ini, sembari mengatakan bahwa Persyarikatan Muhammadiyah saat ini memiliki 78 madrasah di Kota Medan yang juga akan diperjuangkan peningkatan penghasilan guru-gurunya.

Dalam kunjungan silaturrahim itu Calon Walikota Medan, H Bahdin Nur Tanjung yang didampingi Mukhtar Aritonang, Anwar Bakti, Ottoman dan R Kusnadi mengatakan sangat terkesan dengan sikap jajaran KKDT yang secara ikhlas memberikan dukungan kepadanya.