Urang Minang “Bulek Kato” Untuk BK
Ditulis oleh ICT UMSU    Senin, 08 Maret 2010 17:01    PDF  Array Cetak Array  E-mail

Masyarakat Minang Kota Medan melalui Badan Musyawarah Masyarakat Minang (BM-3) di 21 Kecamatan se-Kota Medan menyatakan sikap siap memenangkan pasangan Bahdin-Kasim (BK) sebagai Calon Walikota dan W akil Walikota Medan periode 2010-2015.

Hal itu diekspresikan pada acara Malam Silaturahmi Masyarakat Minang Kota Medan dengan Calon Walikota dan Walikota Medan periode 2010-2015, H Bahdin Nur Tanjung, SE MM dan Drs H Kasim Siyo, M.Si di Hotel Madani Medan, Jumat (05/03) malam yang diselenggarakan oleh Pengurus BM-3 Kota Medan.

Tampak hadir Ketua BM-3 Kota Medan Kombes Pol (Purn) Drs H Amrin Karim Chaniago, M.Hum beserta jajarannya yakni H Arvis Amiruddin, HM Yunan Sirhan, H Sd Alinur Umar Tanjung dan pengurus lainnya beserta para Ketua BM-3 Kecamatan se-Kota Medan dan keluarga.

H Arvis Amiruddin selaku pembawa acara mengatakan bahwa bagi masyarakat Minang Kota Medan, seorang Calon Walikota itu harus memiliki setidak-tidaknya 5 (lima) kriteria yakni : 1) Religius, 2) Pro perekonomian rakyat, 3) Peduli pendidikan, 4) Pemerintahan yang bersih dan 5) Memelihara kerukunan umat beragama.

Ketua BM-3 Kota Medan, Kombes Pol (Purn) Drs H Amrin Karim, M.Hum dalam pidatonya mengutarakan bahwa masyarakat Minang di Kota Medan cukup kuat dan memiliki massa sekitar 600.000 orang sehingga merasa rugi jika tidak ikut ambil bagian dalam menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin (khalifah) untuk lima tahun ke depan.

“Masyarakat Minang tentunya akan lebih mengutamakan calon dari kalangan sendiri dan H Bahdin Nur Tanjung yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) ini sudah diterima sebagai anggota keluarga besar BM-3 Kota Medan sehingga sudah selayaknya kita dukung bersama-sama”, imbau Amrin Karim.

Namun demikian, kata Amrin Karim, pada kesempatan ini masyarakat Minang mau mendengar apa sebenarnya yang menjadi visi dan misi dari Calon Walikota H Bahdin Nur Tanjung, SE MM, khususnya yang berdampak kepada perbaikan kesejahteraan masyarakat Minang disamping juga etnis-etnis lainnya sehingga masyarakat Minang mau mendukung.

Bahdin dengan dialek Minang yang pas secara gamblang menjelaskan visi-misinya antara lain mengupayakan agar dalam berusaha masyarakat Minang yang menjadi pedagang kaki lima di Kota Medan memperoleh tempat usaha yang lebih layak. Jadi selaku Walikota benar-benar akan menjadi wali bagi rakyat yang hidup di kota, bukan malah bertindak zolim dengan menggusur tempat mereka berusaha tanpa memberikan solusi.

Mengenai masalah KTP akan digratiskan dengan dana dari APBD Kota Medan dan fungsi KTP sekaligus bisa untuk kartu berobat di Puskesmas atau di RSU dr Pirngadie Medan sehingga Surat Miskin tidak diperlukan lagi.

Di bidang pendidikan akan diupayakan gratis, apalagi Pemerintah Pusat nantinya akan mencanangkan “Wajib Belajar 12 Tahun” berarti sudah menjangkau SLTA. Hal ini, menurut Bahdin dimungkinkan jika anggaran untuk Pendidikan di APBD Kota Medan sudah benar-benar 20% sehingga Beasiswa juga bisa diberikan kepada anak-anak yang berotak cerdas namun orangtuanya tak mampu.

Mengenai Komite Sekolah, menurut Bahdin, akan dievaluasi keberadaannya sebab sudah banyak laporan masyarakat yang negatif mengenai kinerjanya. Komite Sekolah sudah menjadi pemborong baru dan malah kedudukannya lebih tinggi dari Kepala Sekolah dalam menentukan kebijakan.

Di akhir acara, masyarakat Minang Kota Medan “bulek kato” menyatakan siap memenangkan pasangan BK dan segera menggalang Tim Sukses di 21 Kecamatan se-Kota Medan, namun dengan catatan agar apa-apa yang menjadi visi-misi tersebut benar-benar dilaksanakan.

Pasalnya, ada pepatah Minang yang dalam bahasa Indonesianya berbunyi “Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya”. Maksudnya, sekali saja orang Minang terkicuh, maka hilang kepercayaan mereka untuk selama-lamanya.