Al-Ittihadiyah Medan Dukung Sepenuhnya Bahdin-Kasim BK 4
Ditulis oleh ICT UMSU    Minggu, 14 Maret 2010 03:02    PDF  Array Cetak Array  E-mail

Gelombang dukungan dari kalangan masyarakat dan organisasi tampaknya semakin gencar diperoleh pasangan Bahdin-Kasim Siyo. Kali ini dukungan diberikan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Al-Ittihadiyah Kota Medan beberapa jam setelah pencabutan nomor pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Medan periode 2010-2015 yang diselenggarakan oleh KPU Kota Medan di Hotel Garuda Plaza dimana pasangan Bahdin-Kasim Siyo mendapat nomor urut 4 (BK 4).

DPC Al-Ittihadiyah Kota Medan setelah mendengar saran dan pendapat yang disampaikan oleh Dewan Penasehat dan unsur DPC Kota Medan serta sebanyak 21 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Al-Ittihadiyah se-Kota Medan dalam Rapat Kerja Cabang, Sabtu (13/3) sore di Wisma PHI, Jl Binjai Km 6,2 Medan telah berketetapan hati mendukung sepenuhnya H Bahdin Nur Tanjung, SE MM dan Drs H Kasim Siyo, M.Si (BK 4) menjadi Calon Walikota dan Wakil Walikota Medan Masa Bakti 2010-2015 dan bersama anggota serta para simpatisannya menyatakan siap memenangkan pasangan tersebut.
Hal itu diungkapkan dalam statement (surat pernyataan) DPC Al-Ittihadiyah Kota Medan tertanggal 13 Maret 2010 ditandatangani oleh H Nuruddin Rangkuti, BA selaku Ketua dan H Sahdin Kesugihan, BA selaku Sekretaris. Statetement dukungan tersebut resmi diserahkan kepada H Bahdin Nur Tanjung dan H Kasim Siyo yang saat itu didampingi H Firdaus Naly, HR Kusnadi, Mukhtar Aritonang, Anwar Bakti, Effendi Pakpahan dan Zulaspan Tupti di Wisma PHI Medan.

Dalam statement itu disebutkan alasan menjatuhkan pilihan kepada pasangan Bahdin-Kasim Siyo (BK 4) karena telah memenuhi kriteria-kriteria yang diinginkan oleh warga Al-Ittihadiyah Kota Medan, yakni :

Pertama: Bahdin-Kasim Siyo dinilai sebagai figur calon pemimpin yang berjiwa toleransi, pengayom, sejuk, berpenampilan tenang, mengerti serta memahami keberadaan masyarakat Kota Medan yang heterogen dan tidak mudah terpengaruh oleh bisikan-bisikan kepentingan tertentu yang dapat menjurus keberpihakan kepada salah satu etnis, atau berlaku primordialisme dan nepotisme.
Kedua: Bahwa gejolak ekonomi, politik dan sosial budaya dewasa ini perlu sesegera mungkin dilakukan usaha dan upaya serta tindakan cepat dan tepat untuk mengatasinya, sehingga dibutuhkan sosok pemimpin yang cepat tanggap terhadap situasi, tinggi rasa kepeduliannya serta cepat mengambil tindakan untuk menanggulangi kebutuhan masyarakat.

Ketiga: Kota Medan yang memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang sangat besar, perlu dimanfaatkan serta dikembangkan secara efektif dan efisien, sehingga diperlukan sosok pemimpin yang lapang dada, luas pergaulan, penuh keterbukaan, memiliki jiwa dan semangat tinggi dalam menggerakkan masyarakat untuk meningkatkan partisipasi konkrit dalam pembangunan yang sekaligus merupakan tindak lanjut serta kesinambungan Gerakan Marsipature Hutana Be (MHB).

Keempat: Bahwa era globalisasi dampaknya sangat besar terhadap kehidupan bangsa Indonesia khususnya masyarakat Kota Medan dan mengingat Kota Medan adalah Ibukota Provinsi Sumatera Utara yang merupakan salah satu sisi emas dalam kerjasama ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dengan Malaysia, Thailand dan Singapura, maka diperlukan pembangunan yang lebih teratur dan terencana, tidak merusak sendi-sendi budaya bangsa, adil dan merata serta didukung oleh segenap lapisan masyarakat.

Dalam hal ini dibutuhkan sosok pemimpin yang berpandangan luas dan jauh menatap masa depan, beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, berwibawa, jujur, adil, berjiwa modernis, komunikatif, demokratis, mampu menguasai pokok permasalahan dalam menanggulangi problematika pembangunan di segala bidang, bersih dalam bertugas, teguh pendirian dalam menjunjung tinggi Pancasila dan UUD 1945.