|
MEDAN – Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FH UMSU), menggelar dialog interaktif di aula kampus III UMSU Jalan Kapten Mukhtar Basri Medan (3/9).
Dialog ini sendiri mengambil tema ‘Jangan Ada Lagi Darah dan Air Mata di Kantor Polisi’, dengan narasumber Kapolda Sumatera Utara Irjend Oegroseno, Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane dan Abdul Hakim Siagian SH MHum praktisi hukum dari UMSU dengan moderator Ibrahim Nainggolan.
Acara tersebut ditujukan guna mengubah culture dan mind set masyarakat terhadap paradigma kepolisian.
Dalam sambutannya, Irjend Oegroseno mengatakan, polisi merupakan pengayom masyarakat, menjunjung tinggi sikap demokratis dan menghilangkan sifat arogan personil polisi terhadap masyarakat.
Polisi juga telah berupaya agar masyarakat yang datang ke kantor polisi, seperti berada di rumah sendiri.
“Polisi juga akan menjamin kenyamanan saat berurusan dengan polisi,” ucapnya.
Sementara, Abdul Hakim Siagian mengatakan, hendaknya pihak kepolisian yang bertugas di lapangan menggunakan seragam resmi hal tersebut diperlukan mengingat kejadian perampokan CIMB Niaga beberapa waktu yang lalu, agar masyarakat yang melihat dapat membedakan antara polisi dengan pelaku kriminal.
Rektor UMSU Drs Agussani M.AP berharap, dengan adanya dialog tersebut paradigma masyarakat dapat berubah, mengingat kinerja kepolisian sudah cukup maksimal dalam hal penanganan dan pengamanan.
Sebelumnya Dekan FH UMSU, Farid Wajdi, SH., M. Hum mengharapkan dialog ini dapat bermakna guna melahirkan polisi yang lebih humanis dan jadi sahabat masyarakat. Karena kata Farid, dalam sejarah kepolisian dengan mengutip image di masyarakat, baru ada tiga polisi yang jujur, yakni mantan Kapolri Hoegeng, patung polisi dan polisi tidur.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh kalangan LSM, advokat, Pemerhati hukum, lembaga Mahasiswa dan insan pers.
|