Mutiara Terpendam UMSU Bertolak ke Amerika
Ditulis oleh Mhd. Husni    Jumat, 07 Agustus 2009 13:42    PDF  Array Cetak Array  E-mail
Jika dilihat dari penampilannya yang sangat sederhana, mungkin kita tidak menyangka kalau dosen wanita di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FISIP-UMSU) ini sebenarnya merupakan mutiara terpendam. Tapi jika kita menelaah riwayat hidupnya, barulah kita ketahui bahwa sosok yang berperawakan mungil ini ternyata memiliki profesionalisme yang tinggi.

Suzanna Eddyono, S.Sos M.Si MA, Jum’at (7/8) bertolak ke Amerika Serikat untuk mengambil jenjang S3 melalui bantuan beasiswa AMINEF FULBRIGHT, sebuah lembaga Amerika Serikat yang mendukung pengembangan pendidikan di negara-negara berkembang di antaranya Indonesia.

Kepada Anwar Bakti, Biro Humas UMSU, Rabu (5/8) di gedung Dekanat FISIP UMSU, Kampus Terpadu Jl Kapten Mukhtar Basri No 3 Medan, Suzanna menuturkan bahwa tahun lalu dia memasukkan lamaran ke lembaga tersebut dan ternyata dia berhasil mendapatkan beasiswa untuk study di Amerika Serikat.

Dikatakannya, dia mengambil salah satu program beasiswa yang ada di AMINEF FULBRIGHT yaitu Program S3 bernama Presidential (PhD) Program untuk Jurusan Sociology dengan masa study 4 s/d 7 tahun dan dia dikirim ke University of Pittsburgh, Pennsylvania, USA.

Ditanya kenapa dia memilih melanjutkan study ke Amerika Serikat, Suzanna beralasan karena sudah sejak lama antara ke dua negara, Indonesia dan Amerika Serikat terjalin hubungan kebudayaan yang erat.

“Jadi study-study tentang Indonesia terutama study bidang sosial, politik, anthropology itu banyak sekali dilakukan oleh ahli-ahli dari Amerika Serikat, sehingga kalau belajar di sana berarti saya berada dalam komunitas akademik yang punya concern dengan Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya”, sebut Suzanna.

Disamping itu, katanya, dia harus mencari universitas yang memiliki perbendaharaan tentang Indonesia sehingga bisa membantunya menulis tentang Indonesia dalam perspektif yang agak berbeda.

Suzanna menyebutkan beberapa nama profesor Amerika Serikat yang dikenal selama ini sangat concern dengan Indonesia sehingga kenapa tidak mencobanya sambil membangun jaringan yang baik untuk universitas (maksudnya UMSU, red) ke depan.

Mengenai UMSU, Suzanna berpendapat universitas ini sangat potensial untuk lebih berkembang di masa depan karena sudah punya nama dan dikenal oleh masyarakat. Kemudian UMSU juga sudah punya sumber daya yang memadai.

Menurut Suzanna, tantangan ke depan bagi UMSU adalah meningkatkan kwalitas sumber daya manusianya sehingga bisa bersaing bersama universitas lain, membangun jaringan dan UMSU bisa betul-betul berkontribusi terhadap perubahan masyarakat, tidak cuma pada level kota, provinsi ataupun nasional, bahkan pada level internasional.

Suzanna menyatakan gembiranya karena dewasa ini UMSU sedang giat-giatnya meningkatkan kwalitas sumber daya manusianya. Jadi dengan mengambil S3 ini, Suzanna berharap dosen-dosen muda UMSU turut melihat peluang-peluang yang ada.

Ternyata kita bisa coba dengan program beasiswa yang tersedia, misalnya di UMSU sendiri ada beasiswa dari Pemerintah (Ditjen Dikti) untuk melanjutkan study di dalam negeri maupun luar negeri karena bagaimanapun juga seorang dosen itu harus diupayakan bisa berjenjang S3”, ujarnya.

Suzanna Eddyono (38), kelahiran Medan pada 18 September 1971 dari pasangan Salamun Eddyono, BA dan Dra Zoraida Is (almarhumah) yang keduanya pensiunan guru. Ayahnya Salamun Eddyono adalah pensiunan guru SMA Negeri 1 Medan dan almarhumah ibunya Zoraida Is pensiunan guru SMK Negeri 7 Medan dan juga Dosen UMSU pada tahun 80-an lalu.

Dalam rangka keberangkatannya ke Amerika Serikat, Suzanna mengucapkan ribuan terima kasih kepada Rektor UMSU H Bahdin Nur Tanjung SE MM yang mendukung penuh dan memberikan bantuan persiapan keberangkatannya. “Selain itu juga selaku Pimpinan UMSU, Pak Rektor telah menerbitkan surat persetujuan sehingga AMINEF FULBRIGHT memberikan kesempatan kepada saya. Juga Pak Rektor telah mengangkat saya sebagai Dosen Tetap UMSU”, katanya.

Suzanna juga tak lupa berterima kasih kepada Wakil Rektor I UMSU Drs H Armansyah, MM dan Drs Ardial, M.Si, Kepala Pusat Penelitian dan Karya Ilmiah (PPKI) UMSU yang memperjuangkannya sehingga Rektor memberikan dukungan penuh, karena selama ini juga Suzanna termasuk dalam jajaran Staf PPKI UMSU dengan jabatan Sekretaris Eksekutif.

Sementara itu Rektor UMSU, H Bahdin Nur Tanjung SE MM dalam komentarnya seputar keberangkatan dosen FISIP-UMSU, Suzanna Eddyono mengambil study S-3 di Amerika Serikat kepada Anwar Bakti mengatakan, UMSU tetap memberikan peluang dan ruang yang besar kepada staf pengajar untuk meningkatkan kwalitasnya.

“Dengan berangkatnya Suzanna ke Amerika Serikat, berarti UMSU telah memiliki investasi yang besar ke depan untuk memajukan universitas ini dan kita harapkan banyak lagi dosen-dosen UMSU yang mengikuti jejak langkah Suzanna sehingga nantinya UMSU akan memiliki dosen-dosen yang rata-rata S-3”, ujar Bahdin.

Kepada adik-adik mahasiswa yang menetapkan pilihannya untuk kuliah di UMSU, Bahdin mengharapkan hal ini menjadi motivasi bagi mereka untuk dapat memiliki semangat belajar yang kuat, tanpa melihat kemampuan financial karena semua itu dimungkinkan dengan adanya beasiswa yang disediakan, baik oleh Pemerintah RI maupun lembaga luar negeri yang concern dengan dunia pendidikan di Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya.

Mari kita ucapkan selamat dan semoga sukses atas keberangkatan Suzanna, mutiara terpendam UMSU yang akan “mengasah diri” ke Amerika Serikat. Semoga ke depan akan memberikan sinar cemerlang kepada UMSU.