Kedokteran UMSU Semakin Mantap
Ditulis oleh ICT UMSU    Jumat, 10 Juli 2009 16:18    PDF  Array Cetak Array  E-mail
Jelang tahun kedua, Program Studi Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) semakin mantap. Proses belajar-mengajar, baik pagi maupun sore hari, berjalan cukup baik dan lancar di bawah asuhan para dosen yang merupakan senioren di bidangnya dan rata-rata berjenjang S2.

Saat didirikan pada Oktober 2008 lalu, Program Studi Kedokteran UMSU hanya menerima 50 orang mahasiswa. Penerimaan mahasiswa yang terbatas itu dimaksudkan
agar kualitas para lulusan terjamin.    

Demikian dikatakan Ketua Program Studi Kedokteran UMSU, Dr dr Rosihan Anwar, DMM MS SpM(K) DK saat diwawancarai wartawan di ruang kerjanya Kampus I UMSU Jl Gedung Arca Teladan Medan, belum lama ini.

Disebutkannya, sistem pendidikan yang diterapkan tidak ada bedanya dengan Fakultas Kedokteran pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) seperti Universitas Sumatera Utara (USU) maupun lainnya dan masa perkuliahannya sekarang ini tidak lagi 7 tahun seperti dahulu, tetapi cukup 5 tahun saja.

Sistem pendidikan dimaksud menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang mulai diterapkan pada tahun 2005 secara bertahap dan pada tahun 2008 semua Perguruan Tinggi (PT) baik PTN maupun PTS diwajibkan telah menerapkan KBK dimana dalam masa perkuliahan tidak hanya diberikan teori-teori belaka tetapi juga melaksanakan praktek.

Dalam hal ini, kata Dr Rosihan Anwar, Program Studi Kedokteran UMSU akan dijalankan dengan paradigma baru sehingga sesuai dengan visinya Program Studi (Prodi) Pendidikan Dokter di UMSU akan melahirkan dokter yang profesional, humanis, religius, komunikatif dan santun terhadap pasien yang membutuhkan layanan bidang kesehatan.

Dikatakannya lagi, masa perkuliahan selama 5 tahun (10 semester) dibagi menjadi 2 program yakni 7 semester di kampus untuk program S1 dan 3 semester di Rumah Sakit Pendidikan untuk program Profesi Dokter, seperti di RS dr Pirngadi dan beberapa rumah sakit lainnya yang ditentukan.

Mengenai mahasiswanya, selain dari Sumatera Utara, juga ada yang berasal dari NAD, Riau dan Kalimantan. Ke depan diharapkan akan menerima mahasiswa dari provinsi-provinsi lain yang telah menerima informasi keberadaan Program Studi Kedokteran UMSU dan bahkan juga dari Malaysia dan negeri jiran lainnya.

“Pasalnya, belakangan ini kami sering menerima telepon dari berbagai provinsi di Indonesia menanyakan hal-hal terkait Program Studi Kedokteran UMSU, sehingga kita dapat menyimpulkan minat calon mahasiswa memasuki program studi (Prodi) ini sudah sangat besar”, terang Dr Rosihan Anwar.

Disinggung mengenai fasilitas yang dimiliki, disebutkan sampai sekarang ini boleh dikatakan sudah terpenuhi sesuai dengan kebutuhan pada jenjang semester dua saat ini. Tentunya fasilitas ini akan dilengkapi secara bertahap sesuai dengan kebutuhan  dengan peralatan-peralatan yang memenuhi standar kedokteran.

Menjawab pertanyaan, mengapa Fakultas/Prodi Kedokteran sangat diminati masyarakat, Dr Rosihan Anwar mengutarakan, jika dilihat dari realita selama ini, para lulusan Fakultas/Prodi Kedokteran umumnya tidak pernah kesulitan mengatasi kehidupannya. “Setelah lulus mereka umumnya bisa bekerja mandiri. Minimal dapat buka praktek sendiri dengan biaya/modal yang relatif terjangkau.

Selain itu juga, lanjut Dr Rosihan Anwar, mereka bisa menjadi anggota LSM bidang kesehatan atau badan-badan kesehatan lain, baik yang berskala nasional maupun internasional. Apalagi jika seorang dokter bersedia diterjunkan ke daerah-daerah pedalaman/pelosok dan tidak hanya bertumpuk di wilayah perkotaan seperti selama ini. Jadi profesi dokter itu lebih menjanjikan untuk kehidupan yang lebih layak.

Diungkapkannya, utamanya UMSU akan melahirkan dokter-dokter profesional. Plusnya adalah, selain meraih profesi dokter, mereka juga mendapatkan bekal, bahwa profesi dokter dapat dijadikan sarana untuk beramal shaleh dan ber-Amar Ma’ruf Nahi Munkar sesuai dengan misi Persyarikatan Muhammadiyah.

Di samping itu juga, Muhammadiyah sebagai organisasi keagamaan dan sosial dewasa ini sudah banyak memiliki rumah sakit/balai pengobatan dan klinik kesehatan di berbagai provinsi di Indonesia, sehingga para lulusan Prodi Kedokteran UMSU nantinya sangat berpeluang bekerja di sentra pelayanan kesehatan milik Peryarikatan sendiri. “Jadi apa yang dilakukan UMSU dengan membuka Prodi Kedokteran ini sangat relevan dengan kebutuhan ummat dan bangsa”, ujar Ketua Prodi Kedokteran UMSU itu.

Adapun tenaga pengajar (dosen) yang aktif memberikan perkuliahan di Prodi Kedokteran UMSU antara lain Dr dr Rosihan Anwar, dr Hepy Jelitasari Batubara, Prof dr Hj Habibah Hanum Nasution, SpPD(K) Psi, dr H Zulkarnaini Tala, SpOG, Prof dr Amri Amir, SpF(K) SH DFM, dr Noermadi Saleh, dr Edward Kosasih, MARS PA DK, dr Hj  Asfawati, M.Sc AIFO, dr Jensen Lautan, M.Kes, dr H Soekimin, SpPA, dr Dumasari Hutabarat, dr Dewi Pangestuti, dr Rizali H Nasution, DAN dan dr Savita Handayani, SpPD.    

Untuk semakin menjamin mutu lulusan Prodi Kedokteran UMSU, Dr Rosihan Anwar menegaskan bahwa UMSU terus melakukan pengembangan SDM dengan jenjang pendidikan minimal S2, melakukan berbagai kegiatan pelatihan dan workshop bagi para dosen dan tenaga instruktur.